KLATEN — Penghargaan JBBA 2026 diterima Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di tengah upaya daerahnya menghidupkan kembali identitas sebagai lumbung pangan. Dalam sambutannya, ia menyoroti beras legendaris Rojo Lele yang mulai meredup seiring perubahan zaman.
“Klaten sejak dulu terkenal dengan beras Rojo Lele. Namun seiring waktu, identitas itu mulai memudar, sehingga kami perlu berinovasi agar ketahanan pangan tetap terjaga,” ungkapnya dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (16/7).
Lonjakan 7,5 Juta Wisatawan Jadi Bukti Strategi Berhasil
Tak bisa hanya mengandalkan pertanian, Klaten kini menggenjot sektor pariwisata. Hasilnya, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 7,5 juta orang. Angka itu menjadikan Klaten sebagai salah satu destinasi terpopuler di Jawa Tengah.
“Sektor pariwisata Klaten mengalami lonjakan signifikan,” papar Mas Hamenang, sapaan akrab bupati.
Penghargaan Jelang HUT ke-222 Klaten
Penghargaan JBBA 2026 disebut bupati sebagai hadiah bagi Klaten dalam menyambut Hari Jadi ke-222. Ia menekankan keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah pusat, provinsi, hingga masyarakat desa.
“Berkat kolaborasi semua pihak, pembangunan bisa berjalan beriringan antara ketahanan pangan dan pariwisata,” katanya.
Apa Itu JBBA 2026?
Direktur Harian Jogja, Arif Budisusilo, selaku inisiator menyampaikan JBBA 2026 diharapkan mendorong ekosistem bisnis yang kuat secara ekonomi sekaligus berakar pada nilai budaya dan keberlanjutan ekologi.
“JBBA menjadi panggung apresiasi bagi perusahaan, institusi, dan organisasi yang mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.