Pencarian

Lomba Balap Ojek Gabah di Blora Diikuti 12 Tim Lintas Perbatasan Jawa Timur, Melewati Jalan Setapak Persawahan

Senin, 31 Agustus 2026 • 23:06:34 WIB
Lomba Balap Ojek Gabah di Blora Diikuti 12 Tim Lintas Perbatasan Jawa Timur, Melewati Jalan Setapak Persawahan
tim peserta dari Blora, Ngawi, dan Bojonegoro berlaga di lintasan pematang sawah sepanjang hampir empat kilometer.

BLORA — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Blora diramaikan dengan lomba yang tidak biasa. Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, menggelar balap ojek gabah yang diikuti para pengangkut hasil panen dari Blora hingga wilayah Jawa Timur.

Event yang bertajuk Bangkelan Gurudesa Cup 2026 ini memacu 12 kelompok peserta, masing-masing beranggotakan tiga orang. Uniknya, para pembalap tidak melaju di atas aspal melainkan menyusuri pematang sawah dan jalan setapak yang menjadi lintasan sepanjang hampir empat kilometer.

Peserta dari Blora, Ngawi, dan Bojonegoro

Antusiasme warga terlihat sejak garis start di depan hamparan kafe hingga titik finis di lokasi yang sama. Mereka berjejer di sepanjang jalur untuk menyaksikan aksi para pengemudi yang harus menjaga keseimbangan motor sambil membawa dua karung gabah.

Peserta tidak hanya datang dari Kabupaten Blora. Sebagian merupakan pengojek gabah asal Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka tergabung dalam komunitas Combi yang selama ini akrab dengan kondisi medan persawahan di Desa Sidorejo dan sekitarnya.

Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Apresiasi Petani

Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan kepada para pegiat pertanian yang selama ini mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, ojek gabah punya peran krusial saat musim panen tiba karena membantu mengangkut hasil panen dari area sawah menuju jalan yang bisa dilalui kendaraan.

"Ini untuk mengapresiasi para pegiat pertanian yang telah mendukung program ketahanan pangan. Selain menghibur, ini juga untuk menunjukkan kekompakan mereka dalam tim yang biasanya mengangkut atau ojek gabah bagi petani yang lokasinya jauh dari jalan raya," ujar Agung.

Peserta Pertama Finis Belum Tentu Juara

Ada aturan berbeda dalam lomba ini. Penentuan pemenang tidak didasarkan pada siapa yang lebih dulu mencapai garis finis. Panitia justru mengutamakan kekompakan dan kerja sama antaranggotan tim. Kemampuan menjaga keseimbangan, mengatur strategi, serta menyelesaikan lintasan secara bersama-sama menjadi faktor utama penilaian.

Salah seorang pengunjung, Tina, mengaku terhibur melihat aksi para peserta yang membawa muatan berat di medan menantang. Ia berharap ajang tahunan ini semakin meriah dengan lebih banyak peserta dari luar daerah.

"Terhibur sih pak. Dengan adanya lomba ini kami sebagai warga sangat menikmatinya. Ini tiap tahun ada lomba bangkelan seperti ini. Semoga lebih meriah lagi, karena pesertanya tidak hanya dari Blora saja," ungkapnya.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks