SEMARANG — Susilowati membawa 150 porsi wedang ronde ke lokasi nobar, jauh di atas penjualan hariannya yang hanya sekitar 50 porsi. Dagangan pedagang yang berjualan sejak 2014 itu habis hanya dalam setengah jam, sementara pada hari biasa ia harus menunggu hingga pukul 02.00 dini hari untuk menghabiskan jualannya.
"Ini tadi bawa 150 porsi, habis dalam setengah jam. Kalau hari biasa, jualan mulai jam 7 malam sampai jam 2 pagi itu saja kadang tidak habis, dan (sisanya) dibawa pulang," ujar Susilowati di sela acara.
Susilowati mengaku sudah dua kali mendapat pesanan untuk acara nobar di tempat yang sama. Ia menyebut pesanan itu sebagai rezeki dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Omzet Angkringan Naik Tiga Kali Lipat dalam Semalam
Cerita serupa datang dari Susi, pemilik Angkringan Om Yanto yang telah berjalan 11 tahun. Pada malam nobar, ia menerima pesanan senilai Rp2 juta, sementara pendapatan kotornya di hari biasa hanya berkisar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.
"Senang banget UMKM kaki lima bisa digandeng. Untuk saya sudah beberapa kali di-booking kalau ada acara seperti ini," ujarnya.
Sehari-hari, Susi berjualan di depan kampus Undip Pleburan mulai pukul 16.00 hingga 02.00. Kesempatan berjualan di Halaman Kantor Gubernur memang tidak rutin, tetapi omzetnya cukup untuk menutup atau menambah penghasilan sehari-hari.
Makanan UMKM Disajikan Gratis untuk Pengunjung
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuturkan, nobar ini digelar sebagai bentuk dukungan kepada tim nasional di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Acara itu sekaligus untuk menggerakkan ekonomi UMKM di sekitar Kantor Gubernur.
"Di sini ada produk UMKM dan ada makanan. Semua kita sediakan dan sajikan untuk anak-anak, teman-teman, dan saudara-saudara. Kita gratiskan," kata Luthfi di sela acara.
Menurut Luthfi, olahraga adalah alat pemersatu bangsa. Laga timnas dinilainya menjadi momentum mempererat masyarakat dan mereduksi konflik sosial.
Kantor Gubernur Ditegaskan sebagai "Rumah Rakyat"
Melalui nobar, Luthfi ingin menegaskan bahwa Kantor Gubernur adalah "Rumah Rakyat", tempat warga bisa datang, berkomunikasi langsung, dan menyampaikan pendapat. "Kita bisa menyatu dengan seluruh masyarakat," jelasnya, didampingi Sekda Jateng Sumarno.
Antusiasme juga dirasakan penonton. Avanda Amytrias, yang hadir bersama dua anaknya, Omar dan Raffa, mengaku selalu datang pada dua kali penyelenggaraan nobar di tempat ini.
"Luar biasa. Apresiasi kepada Gubernur. Bagus banget acaranya, kalau bisa sering-sering mengadakan acara seperti ini, supaya euforia sepak bola warga Jawa Tengah lebih kencang lagi," ujarnya usai acara.