JAWA TENGAH — Menjelang perhelatan IFA 2026 di Berlin, Tecno memberi bocoran awal lewat konsep ponsel yang menghilangkan bingkai hitam di sekeliling layar. Alih-alih sekadar memperkecil bezel, pendekatan ini menyentuh sisi teknis perakitan perangkat.
Perubahan utama ada pada tata letak komponen internal dan metode pengemasan (packaging) panel layar. Hasilnya, transisi antara area tampil dan rangka ponsel tampak menyatu tanpa sekat visual. Ini berbeda dari kebanyakan ponsel saat ini yang masih menyisakan bingkai tipis atau menggunakan layar melengkung untuk memberi ilusi tanpa tepi.
Punch-Hole Masih Dipertahankan
Menariknya, Tecno belum mengadopsi kamera di bawah layar (under-display camera) untuk konsep ini. Sebaliknya, perusahaan tetap memakai modul punch-hole di bagian atas layar untuk menampung kamera depan.
Keputusan ini tergolong pragmatis. Kamera di bawah layar kerap mengorbankan kualitas foto karena cahaya harus menembus lapisan panel. Dengan punch-hole, kualitas selfie tetap terjaga tanpa harus mengorbankan desain bezelless yang jadi fokus utama.
Spek Masih Rahasia
Tecno belum merilis detail spesifikasi lain seperti chipset, kapasitas baterai, atau konfigurasi kamera belakang. Yang jelas, fokus pengembangan saat ini adalah membuktikan bahwa layar tanpa bezel bisa dibuat dengan konstruksi yang solid.
Belum ada kepastian pula apakah teknologi ini bakal hadir di lini produk komersial Tecno, misalnya seri Camon atau Phantom. Bisa jadi konsep ini baru akan diterjemahkan ke produk nyata dalam beberapa generasi ke depan, atau justru berhenti sebagai pajangan pameran.
Mengapa Ini Penting untuk Pasar HP
Persaingan desain layar saat ini memang mengarah ke dua kutub: lipat (foldable) dan tanpa bingkai. Tecno tampaknya ingin mengambil posisi di kutub kedua dengan pendekatan teknis yang berbeda dari sekadar memperkecil bezel.
Bagi pengguna Indonesia yang terbiasa dengan ponsel Tecno di segmen entry-level hingga menengah, teknologi ini berpotensi menjadi pembeda jika akhirnya diproduksi massal. Namun, tantangan terbesar biasanya ada di sisi durabilitas dan biaya produksi—dua hal yang kerap menentukan apakah sebuah konsep layak dijual atau tidak.
Kita tunggu saja bagaimana Tecno menindaklanjuti konsep ini saat pameran IFA 2026 berlangsung di Berlin. Jika realisasi teknologinya mulus, bukan tidak mungkin ponsel bezelless pertama yang benar-benar terjangkau akan datang dari merek asal Tiongkok ini.