Pencarian

Kenali Tanda Janin Kurang Nutrisi: Kisah Ibu yang Kehilangan Bayi Dua Hari Setelah Lahir

Selasa, 11 Agustus 2026 • 07:23:01 WIB
Kenali Tanda Janin Kurang Nutrisi: Kisah Ibu yang Kehilangan Bayi Dua Hari Setelah Lahir
Berikut adalah 3–5 caption foto berita yang sesuai dengan permintaan:

JAWA TENGAH — Kehilangan anak adalah duka yang tak pernah benar-benar sembuh, apalagi jika waktu bersama hanya hitungan hari. Okse Farinanda mengalaminya langsung: bayi pertamanya, Sagara Gunadipta, lahir pada 15 September 2023 dan berpulang dua hari kemudian. Kisah pilu ini ia bagikan lewat akun Threads pribadinya, dan menjadi pengingat pentingnya memantau kondisi janin sejak dini.

Okse sebenarnya rutin memeriksakan kehamilan dan mengonsumsi vitamin. Namun ada satu keluhan yang ia pilih tahan: sakit gigi parah yang muncul sejak awal kehamilan. Kekhawatiran akan efek obat membuatnya bertahan dengan rasa sakit itu berbulan-bulan.

Keluhan Sakit Gigi yang Menyembunyikan Masalah Besar

Memasuki usia kehamilan 7-8 bulan, sakit gigi Okse tak lagi tertahankan. Saat berada di Bandar Lampung, ia dan suami memutuskan memeriksakan kandungan ke dokter lain yang direkomendasikan sebagai salah satu terbaik di kota tersebut. Hasil USG di luar dugaan: berat janin jauh di bawah ukuran ideal untuk usia kehamilan, dan dokter menyebut janin kekurangan nutrisi.

"Sakit gigiku ilang seketika. Suamiku pucet," tulis Okse mengenang momen itu.

Dokter memintanya mengejar kenaikan berat badan janin lewat asupan makanan bergizi, susu tinggi protein, dan tambahan kalsium. Selama sebulan berikutnya, Okse memperbanyak protein, susu, dan istirahat. Ia bahkan makan es krim sebagai tambahan kalori. Namun pemeriksaan lanjutan tetap menunjukkan berat janin yang rendah.

Di titik ini Okse baru menyadari sesuatu: gerakan janinnya memang jarang terasa sejak awal. Sebagai ibu pertama kali, ia tak tahu apakah itu kondisi normal atau tanda bahaya.

Plasenta Mengapur dan Air Ketuban Menipis

Kekhawatiran itu membawa Okse dan suami ke rumah sakit di Bandar Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di sana, dokter kandungan yang kemudian menangani persalinannya, dr. Azman, menemukan dua masalah serius: plasenta mengalami pengapuran dan jumlah air ketuban sudah sedikit.

"Ketubanku tinggal dikit. Jadi mau tidak mau harus segera dilahirkan," ujar Okse.

Kondisi ini menghambat aliran nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. Usia kehamilan saat itu sekitar 36 minggu, dan dokter menyarankan persalinan segera. Okse dan suami memilih operasi caesar.

Kecelakaan di Tengah Kekhawatiran

Hari-hari menjelang persalinan semakin berat. Suami Okse yang pulang untuk mengambil perlengkapan bayi mengalami kecelakaan tabrakan beruntun di perjalanan. Beruntung ia selamat tanpa luka serius, hanya kerusakan di bagian depan mobil.

"Mungkin dia juga shock dan khawatir. Ditambah, suamiku pemikir berat orangnya. Aku tambah nangis," ungkap Okse.

Malam sebelum operasi, keluarga berkumpul memberi dukungan. Rasa takut dan cemas memenuhi hati Okse, tapi ia berusaha menyerahkan segalanya kepada Tuhan.

Dua Hari Bersama Sagara

Pada 15 September 2023 pukul 09.00 pagi, Sagara Gunadipta lahir dengan berat 2,2 kilogram dan panjang 47 sentimeter. Okse masih ingat jelas wajah anak pertamanya: ganteng, bersih, putih. Namun kebahagiaan itu langsung bercampur kekhawatiran—paru-paru Sagara belum siap berfungsi sempurna karena lahir di usia 36 minggu. Bayi mungil itu harus dirawat di NICU dengan bantuan alat.

Sebelum masuk ruang operasi, suami Okse sempat meminta mereka berfoto bersama. Tak pernah terpikir foto itu akan menjadi salah satu kenangan terakhir yang paling berharga. Sagara hanya bertahan dua hari sebelum akhirnya berpulang pada 17 September 2023.

Tanda Janin Kurang Nutrisi yang Perlu Diwaspadai

Kisah Okse mengingatkan kita bahwa beberapa kondisi berikut perlu mendapat perhatian serius selama kehamilan:

  • Gerakan janin yang terasa jarang atau melemah dibandingkan pola biasanya
  • Berat badan ibu yang tidak naik signifikan di trimester kedua dan ketiga
  • Keluhan sakit gigi berkepanjangan yang tidak ditangani—infeksi bisa memengaruhi kondisi kehamilan
  • Hasil USG yang menunjukkan berat janin di bawah persentil untuk usia kehamilan

Jika mengalami salah satu kondisi di atas, jangan ragu mencari opini kedua dari dokter kandungan lain. Pemeriksaan tambahan seperti evaluasi kondisi plasenta dan volume air ketuban bisa menyelamatkan nyawa. Pengalaman Okse menunjukkan bahwa penanganan dini adalah kunci—karena terkadang, tanda bahaya datang tanpa kita sadari.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kumparan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks