PATI — Dua rumah warga di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, menjadi sasaran perdana program bedah rumah yang diinisiasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati bersama Forum Pengembang Perumahan Pati Indonesia (FPPPI). Peresmian dimulainya program ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Selasa (25/8/2026).
Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, yang akrab disapa Bu Ning, turut mendampingi langsung jalannya acara. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) tahun 2026.
Sinergi Pengembang untuk Warga Berpenghasilan Rendah
Endah menjelaskan, program bedah rumah ini lahir dari kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan para pengembang perumahan. Menurutnya, langkah ini sekaligus menjadi kontribusi konkret dalam mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Ini adalah dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) tahun 2026. Kemarin telah dilaksanakan peletakkan batu pertama program bedah rumah bagi keluarga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian dan sinergi dalam mewujudkan hunian yang layak bagi masyarakat,” ungkap legislator Partai Golkar tersebut.
Lebih dari Sekadar Renovasi Fisik
Politisi yang membidangi kesejahteraan rakyat ini menilai program bedah rumah memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar perbaikan bangunan. Ia menyebut hunian yang layak merupakan kebutuhan dasar yang mempengaruhi rasa aman dan nyaman sebuah keluarga.
“Rumah yang layak harapannya bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Bu Ning menambahkan.
Komitmen DPRD untuk Pemerataan Pembangunan
Dukungan terhadap program ini, lanjut Endah, adalah bagian dari komitmen DPRD Pati dalam mendorong pemerataan pembangunan. Pihaknya berharap bantuan bedah rumah ke depan dapat menjangkau lebih banyak warga yang kondisi tempat tinggalnya sudah tidak layak huni.
“Semoga kolaborasi antara pemerintah dengan FPPPI ini bisa terus tumbuh serta menghadirkan rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tandasnya.
Program ini diharapkan menjadi model kemitraan yang berkelanjutan antara sektor swasta dan pemerintah daerah untuk mengatasi kesenjangan kepemilikan hunian layak di Kabupaten Pati.