Pencarian

Kabinet Tangguh Viral di Medsos, Dedy Mulyadi-Ahok Diusulkan Jadi Presiden-Wapres

Selasa, 01 September 2026 • 12:51:01 WIB
Kabinet Tangguh Viral di Medsos, Dedy Mulyadi-Ahok Diusulkan Jadi Presiden-Wapres
Poster "Kabinet Tangguh" yang beredar di media sosial memunculkan nama Dedy Mulyadi dan Ahok sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.

JAWA TENGAH — Spekulasi tentang komposisi pemerintahan berikutnya kembali menghangat setelah sebuah poster berjudul "Kabinet Tangguh" menyebar luas di berbagai platform media sosial. Susunan kabinet yang digambarkan itu menempatkan sejumlah tokoh yang belakangan kerap melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah, mulai dari tingkat pimpinan hingga kementerian teknis.

Poster itu juga memuat slogan "Indonesia Maju, Rakyat Sejahtera!", nilai "Profesional, Bersih, Berani", serta tagar #TangguhUntukIndonesia. Fenomena ini muncul di saat pemerintah resmi masih berjalan dan belum ada agenda peralihan kepemimpinan yang diumumkan.

Komposisi Kabinet Tangguh: dari Menko hingga Menteri Teknis

Dalam poster yang beredar, Dedy Mulyadi dan Ahok ditempatkan sebagai pasangan pimpinan nasional. Di bawah mereka, Mahfud MD diusulkan mengisi posisi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, sementara Bambang Brodjonegoro disebut sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.

Untuk kementerian koordinator lainnya, Anies Baswedan tercantum sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan SDM, serta Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Koordinator Pertahanan, Keamanan, dan Strategis. Nama Gatot Nurmantyo muncul sebagai calon Menteri Pertahanan.

Beberapa posisi ekonomi strategis turut diisi tokoh publik:

  • Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
  • Thomas Trikasih Lembong sebagai Menteri Perdagangan, Investasi, dan Hilirisasi
  • Susi Pudjiastuti hingga Wishnutama Kusubandio masuk dalam daftar menteri teknis

Selain itu, tercantum pula Ganjar Pranowo, Retno L.P. Marsudi, Tri Rismaharini, Rocky Gerung, Abraham Samad, hingga Anindya Novyan Bakrie dalam berbagai posisi yang tak dirinci lebih lanjut.

Darmaningtyas: Kreativitas yang Mencerminkan Kegelisahan Publik

Aktivis pendidikan Darmaningtyas melihat kemunculan poster semacam ini sebagai dinamika wajar dalam percakapan politik digital. Menurut dia, daftar kabinet alternatif yang digarap warganet kerap menjadi medium untuk menyampaikan harapan sekaligus kritik terhadap kinerja pemerintah.

Ia menilai fenomena ini menarik karena sebelumnya publik juga pernah dihadapkan pada istilah "Kabinet Bayangan". Kala itu, sejumlah tokoh nonpemerintah disusun dalam formasi menteri tandingan sebagai bentuk evaluasi terhadap kebijakan resmi.

Yang membedakan kali ini, kata Darmaningtyas, adalah keterlibatan banyak nama dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis, pengusaha, dan mantan pejabat tinggi negara. Hal ini menunjukkan ekspektasi masyarakat terhadap kombinasi figur yang dianggap memiliki rekam jejak bersih dan berani mengambil keputusan.

Bukan Susunan Resmi Pemerintah

Meski ramai dibagikan dan memicu diskusi, Kabinet Tangguh bukanlah susunan kabinet resmi yang ditetapkan lembaga negara. Kehadiran Dedy Mulyadi, Ahok, dan tokoh lainnya dalam poster sama sekali tidak menunjukkan adanya pengangkatan atau indikasi agenda politik resmi dari partai tertentu.

Sejauh ini konten tersebut hanya berstatus sebagai bahan perbincangan warganet. Tidak ada pernyataan resmi dari para tokoh yang tercantum soal kesediaan mereka bergabung dalam formasi tersebut. Klaim-klaim jabatan yang beredar pun belum memiliki dasar hukum atau mekanisme konstitusional yang sah.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks