JAWA TENGAH — Rasa gatal di perut saat hamil datang dari kulit yang meregang seiring pertumbuhan janin. Apalagi di cuaca tropis seperti Indonesia, keringat dan gesekan bisa membuat sensasi gatal semakin terasa. Ini wajar, tapi bukan berarti Bunda harus menggaruknya.
Menggaruk hanya memberi kelegaan sesaat dan berisiko memecah kulit sehingga muncul luka atau bintik hitam. Kulit perut yang menipis juga makin rentan iritasi. Daripada menggaruk, simak lima cara yang lebih ramah untuk kulit dan aman untuk Bunda serta si kecil.
1. Rutin Mengoleskan Pelembap Tanpa Pewangi
Perut yang selalu lembap jauh lebih jarang terasa gatal dibanding kulit kering. Setelah mandi, gunakan losion atau krim yang mengandung bahan hipoalergenik dan bebas pewangi. Produk dengan kandungan calamine atau oatmeal colloidal juga membantu meredakan gatal karena sifatnya yang menenangkan.
Oleskan tipis-tipis ke area perut dua kali sehari, pagi dan malam. Gerakkan tangan searah jarum jam dengan tekanan lembut. Jika Bunda sudah memasuki trimester akhir, fokus pada bagian bawah perut yang paling cepat meregang.
2. Kompres Dingin Saat Gatal Datang Mendadak
Kompres dingin menurunkan aktivitas saraf di bawah kulit sehingga rasa gatal cepat berkurang. Ambil handuk bersih, basahi dengan air dingin, lalu tempelkan di area perut selama lima hingga sepuluh menit. Bisa juga menggunakan gel pack yang sudah dibungkus kain tipis.
Hindari menempelkan es batu langsung ke kulit karena dapat menyebabkan luka bakar dingin. Setelah kompres, keringkan dengan menepuk-nepuk pelan, bukan menggosok.
3. Mandi Air Hangat-Hangat Kuku Selama 10 Menit
Air hangat membantu menenangkan kulit dan mengurangi keringat yang menyumbat pori-pori. Tapi jangan gunakan air panas karena bisa menghilangkan minyak alami kulit dan membuat perut makin kering. Suhu air yang hangat-hangat kuku sudah cukup ideal.
Pilih sabun ringan yang tidak berbusa terlalu banyak dan bebas pewangi. Hindari menggosok perut dengan keras saat mandi. Setelah selesai, segera keringkan badan dengan handuk lembut lalu langsung mengoleskan pelembap sebelum kulit benar-benar kering.
4. Pakai Pakaian Longgar dari Katun
Bahan pakaian yang terlalu ketat atau berbahan sintetis seperti poliester dapat memerangkap panas dan kelembapan, membuat gatal makin terasa. Pilih atasan longgar, terutama yang khusus untuk ibu hamil, dengan bahan katun yang menyerap keringat dan memberi ruang bagi sirkulasi udara. Ini mengurangi gesekan antara kain dan kulit sehingga gatal tidak mudah muncul.
Bila memungkinkan, hindari memakai sabuk atau karet pinggang yang menekan perut. Di rumah, Bunda juga bisa bersama atasan yang berbahan bamboo fiber yang sama-sama sejuk.
5. Pijat dengan Minyak Alami untuk Jaga Elastisitas
Minyak alami seperti minyak kelapa murni, minyak almond, atau cocoa butter melembapkan sekaligus menjaga kulit tetap lentur. Gunakan setelah mandi saat kulit masih sedikit basah agar penyerapannya maksimal. Tuang beberapa tetes ke telapak tangan lalu usapkan melingkar di perut dengan tekanan sangat lembut.
Pijatan ringan membantu memperlancar sirkulasi darah dan menenangkan rasa gatal. Namun pastikan tangan sudah bersih. Hentikan jika muncul reaksi kemerahan atau gejala alergi.
Kapan Perut Gatal Harus Diperiksakan ke Dokter?
Tidak semua gatal di perut bisa diatasi sendiri. Bunda perlu waspada ketika gatal terasa sangat hebat hingga mengganggu tidur, muncul ruam berwarna merah yang menyebar ke area lain, atau terdapat bintik berisi cairan seperti eksim. Jika ini terjadi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit atau dokter kandungan.
Hati-hati juga jika gatal muncul di trimester akhir, khususnya di telapak tangan dan kaki. Kondisi itu bisa menjadi tanda kolestasis kehamilan, gangguan fungsi hati yang ditandai dengan penumpukan garam empedu. Meski jarang, kolestasis memerlukan penanganan medis agar tidak berdampak pada janin.
Mengatasi perut gatal sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Rutin melembapkan, memilih pakaian yang nyaman, serta menghindari garukan akan membuat kulit perut tetap sehat selama kehamilan. Jika gatal tidak juga berkurang setelah mencoba beberapa cara di atas, jangan ragu minta saran dari tenaga kesehatan, ya Bun.