KEBUMEN — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen menargetkan gedung baru Puskesmas Padureso tuntas dalam 150 hari kalender. Pengerjaan fisik terhitung sejak 15 Juli hingga 11 Desember 2026, dengan progres yang saat ini baru mencapai 14 persen.
Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen, dr Iwan Danardono, turun langsung memantau perkembangan proyek di lokasi pembangunan untuk memastikan pengerjaan sesuai rencana.
Pemicu Relokasi: Lahan Lama Alami Pergeseran Tanah
Relokasi puskesmas dilakukan karena bangunan lama berada di atas lahan yang mengalami pergeseran tanah. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keamanan bangunan sekaligus pelayanan kesehatan masyarakat.
Sebagai gantinya, pemerintah memilih lokasi baru di Desa Sendang Dalam. Lahan tersebut merupakan tanah milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang dimanfaatkan melalui skema pinjam pakai.
Lokasi baru dinilai lebih aman dan strategis untuk mendukung pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga di wilayah perbatasan Kabupaten Kebumen dan Wonosobo.
Fasilitas Kesehatan di Gedung Baru
Puskesmas Padureso yang baru dirancang sebagai fasilitas kesehatan dengan konsep rawat inap. Bangunan berdiri di atas lahan berukuran sekitar 33 x 27 meter dan terdiri dari dua lantai.
Lantai pertama akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pelayanan kesehatan. Selain layanan rawat jalan dan rawat inap, fasilitas seperti ultrasonografi (USG) tetap disediakan untuk mendukung pemeriksaan pasien.
"Fasilitas yang ada nantinya jelas rawat inap, rawat jalan, kemudian standar fasilitas lain misalnya USG tetap ada, kemudian IPAL untuk menjaga lingkungan di sekitar Puskesmas Padureso," ujar dr Iwan Danardono, Senin (7/9/2026).
Sumber Dana Pembangunan
Pembangunan relokasi Puskesmas Padureso menelan anggaran sebesar Rp7,17 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen melalui pendapatan bagi hasil pajak rokok.