JAWA TENGAH — ShopeePay memuncaki indikator Top of Mind dompet digital Indonesia dengan 41 persen, mengalahkan DANA 26 persen, GoPay 23 persen, dan OVO 8 persen dalam riset Ipsos Indonesia bertajuk "Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape". Riset ini memetakan perilaku pengguna dan lanskap persaingan empat pemain utama e-wallet di Tanah Air. Hasilnya memberi gambaran baru soal loyalitas merek di pasar pembayaran digital yang makin padat.
Selisih 15 poin persentase antara ShopeePay dan DANA menunjukkan jarak yang cukup lebar di pasar e-wallet nasional. Angka ini jadi potret bagaimana persaingan dompet digital tidak lagi sekadar soal jumlah pengguna, tetapi soal seberapa kuat merek menempel di ingatan konsumen.
Peta Persaingan Empat Pemain Utama
Riset Ipsos menempatkan empat nama sebagai pemain inti dompet digital Indonesia: ShopeePay, DANA, GoPay, dan OVO. Keempatnya bersaing di segmen yang sama, yakni pembayaran QRIS, transfer antar-dompet, hingga pembelian produk digital.
ShopeePay memimpin dengan 41 persen responden yang menyebutnya pertama kali. DANA menyusul di posisi kedua dengan 26 persen, lalu GoPay 23 persen, OVO 8 persen, dan merek lainnya 2 persen.
Konfigurasi ini menegaskan bahwa pasar e-wallet Indonesia masih dikuasai segelintir pemain besar. Merek di luar empat nama tersebut hanya mengantongi 2 persen, menandakan hambatan masuk yang tinggi bagi pendatang baru.
ShopeePay: Terdepan di Ingatan Konsumen
ShopeePay mencatat angka tertinggi di indikator Top of Mind. Layanan ini terhubung dengan ekosistem belanja Shopee, yang membuatnya sering dipakai untuk pembayaran QRIS, transfer ke bank dan e-wallet lain, pembelian produk digital, serta pembayaran berbagai tagihan.
Kedekatan dengan aktivitas belanja harian menjadi salah satu faktor yang membuat merek ini mudah diingat. Pengguna yang rutin bertransaksi di platform e-commerce cenderung menjadikan ShopeePay sebagai pilihan default.
DANA di Posisi Kedua
DANA berada di peringkat kedua dengan 26 persen. Dompet digital ini dipakai untuk berbagai transaksi pembayaran sehari-hari, mulai dari QRIS hingga kebutuhan digital lainnya.
Posisi DANA yang stabil di urutan kedua menunjukkan basis pengguna yang cukup loyal. Meski tidak memimpin di Top of Mind, DANA tetap menjadi salah satu nama yang paling sering disebut responden.
GoPay dan OVO di Papan Tengah
GoPay menempati posisi ketiga dengan 23 persen. Layanan ini menyediakan fitur pembayaran dan transfer, termasuk kemampuan mengirim saldo ke sejumlah e-wallet lain seperti DANA, OVO, LinkAja, dan ShopeePay, dengan ketentuan layanan yang berlaku.
Fleksibilitas transfer antar-dompet menjadi nilai tambah tersendiri di tengah pengguna yang kerap memakai lebih dari satu aplikasi e-wallet. Sementara itu, OVO berada di posisi keempat dengan 8 persen, tertinggal cukup jauh dari tiga pesaing di atasnya.
Artinya bagi Pengguna dan Pelaku Bisnis
Bagi pengguna, hasil riset ini bisa jadi acuan memilih dompet digital yang paling sesuai kebutuhan transaksi harian. Bagi pelaku bisnis digital, komposisi Top of Mind ini menggambarkan di mana konsumen paling mungkin membuka aplikasi saat hendak membayar.
Investor startup yang memantau sektor fintech juga bisa membaca angka ini sebagai indikator kekuatan merek masing-masing pemain. Dominasi ShopeePay di ingatan konsumen memberi tekanan tersendiri bagi pesaing untuk memperkuat strategi akuisisi dan retensi pengguna.
Ipsos Indonesia belum mengungkap jadwal publikasi lanjutan atau perluasan cakupan riset ini ke segmen pengguna yang lebih spesifik.