Pencarian

Microsoft Investasi USD 1,7 Miliar di Cloud dan AI, Menkomdigi Minta Transfer Teknologi

Jumat, 25 September 2026 • 09:48:31 WIB
Microsoft Investasi USD 1,7 Miliar di Cloud dan AI, Menkomdigi Minta Transfer Teknologi
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat.

JAWA TENGAH — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut komitmen investasi Microsoft senilai USD 1,7 miliar untuk infrastruktur cloud, kecerdasan artifisial, dan ekosistem digital Indonesia. Pemerintah menegaskan investasi sebesar itu harus disertai transfer teknologi dan pengembangan kapasitas nasional, bukan sekadar menjadikan Indonesia pasar. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat.

Meutya menyampaikan apresiasi langsung kepada Lisa Monaco dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (23/9/2026) waktu setempat. Menurut Meutya, nilai investasi USD 1,7 miliar menempatkan Indonesia sebagai salah satu tujuan utama ekspansi Microsoft di kawasan Asia Tenggara.

"Kami apresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar USD 1,7 miliar di Indonesia, khususnya dalam infrastruktur cloud dan AI, serta kontribusinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia," ujar Meutya dalam keterangan resmi yang dikutip dari rilis Kementerian Komunikasi dan Digital.

Pemerintah Ingin Indonesia Jadi Pusat Infrastruktur Digital, Bukan Sekadar Pasar

Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menuntut infrastruktur yang tangguh dan inklusif. Pemerintah menilai posisi Indonesia sebagai pasar besar tidak cukup jika tidak diikuti peran sebagai pusat pengembangan inovasi digital di kawasan.

"Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan," ungkap Meutya.

Kolaborasi yang dibahas mencakup empat bidang utama: kecerdasan artifisial, teknologi cloud, keamanan siber, dan tata kelola teknologi yang bertanggung jawab. Keempatnya diarahkan agar institusi, pelaku usaha, pengembang, dan perusahaan teknologi dalam negeri bisa mengakses keahlian global.

Talenta Digital Jadi Syarat, Bukan Pelengkap

Pemerintah mendorong keterkaitan langsung antara pengembangan keterampilan digital dan kebutuhan industri. Tujuannya agar talenta yang dihasilkan tidak berhenti di sertifikasi, tetapi punya akses nyata ke peluang kerja dan pengembangan karier di sektor digital.

"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia," tutur Meutya.

Fokus pada pengembang dan insinyur menunjukkan pergeseran penekanan dari literasi digital dasar ke kapasitas produksi teknologi. Pelaku industri digital nasional disebut akan mendapat ruang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan keahlian teknologi global.

Kerangka Tata Kelola AI Nasional Sedang Disiapkan

Indonesia tengah menyiapkan kerangka tata kelola AI nasional melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI. Regulasi ini diarahkan memberi kepastian bagi pengembangan AI yang etis, aman, inklusif, dan bertanggung jawab.

"Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab," jelas Meutya.

Pembahasan juga menyentuh pelindungan anak di ruang digital, termasuk implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Meutya mengajak Microsoft menerapkan prinsip keamanan sejak tahap perancangan teknologi.

Apa Artinya bagi Pelaku Industri Digital Indonesia

Bagi pelaku usaha teknologi dalam negeri, masuknya investasi Microsoft membuka peluang kemitraan di sisi infrastruktur maupun pengembangan aplikasi berbasis AI. Perusahaan rintisan dan pengembang lokal berpotensi menjadi bagian rantai pasok layanan cloud yang dibangun Microsoft di Indonesia.

Namun, manfaat jangka panjang bergantung pada seberapa jauh transfer pengetahuan benar-benar terjadi. Tanpa skema alih teknologi yang jelas, investasi infrastruktur berskala besar cenderung berhenti pada pembangunan pusat data dan penyerapan tenaga kerja teknis terbatas.

"Ke depan, kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia," ujar Meutya.

Kemitraan ini diproyeksikan berkontribusi pada agenda Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kapabilitas dan daya saing digital nasional. Pemerintah berharap Microsoft memperluas komitmen jangka panjangnya, tidak hanya pada tahap investasi awal.

"Kami melihat Microsoft sebagai mitra penting dalam memperkuat kapabilitas dan daya saing digital Indonesia. Kami berharap Microsoft terus memperluas investasi dan komitmen jangka panjangnya di Indonesia," pungkas Meutya.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: berandaindonesia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks