Pencarian

Aksi May Day Jateng Berlangsung Tertib, Polda Apresiasi Kedewasaan Warga

Sabtu, 02 Mei 2026 • 18:20:06 WIB
Aksi May Day Jateng Berlangsung Tertib, Polda Apresiasi Kedewasaan Warga
Peserta aksi May Day 2026 di Semarang membubarkan diri secara tertib tanpa insiden.

Semarang — Aksi demonstrasi May Day 2026 di Kota Semarang mencerminkan demokrasi yang matang. Peserta aksi mahasiswa di depan Kantor Balaikota Semarang membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB dalam suasana damai tanpa insiden berarti. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, turun langsung ke gerbang Balaikota untuk menemui peserta aksi dan menerima aspirasi yang disampaikan.

Kehadiran pimpinan kota tersebut memperoleh respons positif dari massa aksi yang berharap adanya tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah. Di sisi lain, peringatan May Day yang digelar di kawasan Kantor Gubernur Jawa Tengah juga berlangsung tertib hingga sore hari dengan diikuti aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Gubernur dan Kapolda Temui Peserta Aksi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, didampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, menemui massa aksi usai audiensi bersama perwakilan peserta di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur. Keterlibatan langsung pimpinan tingkat provinsi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menampung aspirasi buruh dan kelompok advokasi sosial.

Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, yang memantau langsung jalannya kegiatan, memuji kelancaran aksi. "Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara santun, tertib, dan bertanggung jawab mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Kami mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga situasi tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Sinergi Keamanan dan Demokrasi

Situasi kondusif pada May Day 2026 bukan kebetulan, melainkan hasil sinergi nyata antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan peserta aksi. Polda Jateng memastikan bahwa aksi damai tidak hanya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memastikan aktivitas ekonomi warga tetap berjalan normal tanpa gangguan.

"May Day di Jawa Tengah hari ini menjadi contoh bahwa kebebasan berpendapat dapat berjalan beriringan dengan ketertiban umum. Ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga keseimbangan antara demokrasi dan stabilitas," tambah Artanto.

Potensi Peringatan May Day Sebagai Model Dialogis

Sejumlah kabupaten di Jawa Tengah juga melaporkan jalannya May Day yang tenang. Aksi unjuk rasa di titik-titik strategis mampu dikelola tanpa gangguan signifikan berkat koordinasi aparat dan kesadaran peserta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Pola ini menunjukkan bahwa peringatan hari buruh internasional dapat menjadi ruang dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh kedewasaan, May Day 2026 di Semarang dan berbagai kabupaten Jawa Tengah terbukti menjadi demonstrasi positif tentang bagaimana kebebasan berpendapat, aspirasi sosial, dan stabilitas publik dapat berjalan beriringan tanpa saling meniadakan.

Bagikan
Sumber: jateng.bratapos.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks