Pencarian

Pemkab Jepara Gandeng 30 UMKM dalam Program Inkubasi Bisnis Kartini

Selasa, 05 Mei 2026 • 00:27:01 WIB
Pemkab Jepara Gandeng 30 UMKM dalam Program Inkubasi Bisnis Kartini
Pemkab Jepara resmi meluncurkan Program Inkubasi Bisnis Kartini untuk 30 UMKM terpilih.

JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara mulai serius menggarap penguatan sektor ekonomi kerakyatan melalui peluncuran Inkubasi Bisnis Kartini. Program ini menyasar 30 pelaku usaha atau tenant yang telah lolos kurasi ketat dari berbagai wilayah di Bumi Kartini.

Para peserta berasal dari beragam sektor unggulan, mulai dari kriya, furnitur, batik, tenun Troso, fashion, hingga kopi. Selain itu, terdapat pula pelaku usaha di bidang makanan, minuman, pertanian, serta pengolahan hasil ikan yang akan mendapatkan pendampingan khusus hingga November mendatang.

Fokus Pendampingan Intensif Selama Tujuh Bulan

Kepala Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, menjelaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara paralel. Pihaknya melibatkan 6 mentor dan 6 pendamping tenant untuk memastikan perkembangan usaha peserta lebih terarah.

“Program ini dilaksanakan selama tujuh bulan. Para peserta akan didampingi langsung oleh mentor dan pendamping agar pengembangan usahanya lebih terarah,” ujar Zamroni di Gedung Shima, Selasa (5/5/2026).

Materi yang diberikan kepada peserta tidak hanya berkutat pada teori. Para tenant akan dibekali keahlian praktis mulai dari pengembangan produk, standarisasi kemasan atau packaging, digital marketing, manajemen keuangan, hingga akses permodalan ke perbankan.

Bagaimana Skema Seleksi dan Mentoring Peserta?

Program yang didanai melalui APBD 2026 ini melalui proses seleksi yang kompetitif. Tercatat ada 87 pelaku usaha yang mendaftar, namun hanya 30 orang yang dinyatakan lolos kurasi. Seleksi ketat juga diberlakukan bagi mentor dan pendamping untuk menjaga kualitas program.

Dalam pelaksanaannya, 30 tenant tersebut dibagi ke dalam 6 kelompok. Setiap kelompok yang berisi 5 pelaku usaha akan dikawal oleh satu mentor dan satu pendamping khusus. Skema ini diterapkan agar proses konsultasi bisnis berjalan lebih fokus dan efektif sesuai karakteristik usaha masing-masing.

“Harapannya, para tenan bisa berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” kata Zamroni.

Selain pendampingan rutin di lapangan, Inkubasi Bisnis Kartini juga menjadwalkan workshop bertahap. Agenda pertemuan besar tersebut direncanakan mulai pada Mei, kemudian berlanjut pada Juli, September, dan berakhir pada November 2026. Melalui langkah ini, Pemkab Jepara menargetkan para pelaku usaha lokal mampu menembus pasar dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks