JAWA TENGAH — Lisuan Tech, perusahaan semikonduktor asal China, baru saja merilis LX 7G100 yang disebut-sebut sebagai GPU gaming serius pertama buatan negeri Tirai Bambu. Namun, hasil pengujian dari reviewer ??? di platform Bilibili menunjukkan realita pahit: kartu grafis ini gagal total bersaing dengan lini entry-level Nvidia.
Hasil Benchmark di 1080p: Jauh Panggang dari Api
Seluruh pengujian dilakukan di resolusi 1080p dengan variasi preset grafis dari Low hingga High. Sangat kontras dengan klaim pemasaran yang bombastis, LX 7G100 bahkan tidak bisa menyentuh performa GeForce RTX 4060 yang sudah tiga tahun di pasaran.
Untuk memastikan tidak ada hambatan dari komponen lain, ??? merakit sistem kelas atas dengan prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D, motherboard MSI MPG X870E Edge Ti WiFi, RAM 32GB DDR5-6000, dan SSD PCIe 5.0. Artinya, skor rendah yang dihasilkan murni karena keterbatasan GPU Lisuan.
Harga yang Tidak Masuk Akal
Yang paling mengkhawatirkan adalah banderol harga. Lisuan LX 7G100 dijual sekitar 485 dolar AS atau setara Rp 8 juta (estimasi kurs Rp 16.500). Di rentang harga yang sama, konsumen bisa mendapatkan GeForce RTX 5060 Ti 16GB yang performanya berlipat ganda.
Dengan harga tersebut, GPU ini jelas tidak kompetitif bahkan untuk pasar domestik China yang protektif sekalipun. Konsumen lebih rasional membeli kartu grafis bekas dari Nvidia atau AMD yang menawarkan performa jauh lebih stabil dan dukungan driver yang matang.
Fitur FSR 3 dan Frame Generation: Penyelamat yang Tak Cukup
Pengujian juga mengaktifkan teknologi FSR 3 dan frame generation dari AMD untuk meningkatkan frame rate. Namun, hasilnya tetap tidak bisa menutup jurang performa yang lebar. Di game-game berat, LX 7G100 masih struggle menghasilkan frame rate yang mulus.
Mengapa Ini Penting untuk Pasar Indonesia?
Meski produk ini tidak dijual resmi di Indonesia, hasil benchmark ini menjadi pelajaran berharga. Banyak konsumen Indonesia yang tergiur GPU murah dari China melalui jalur impor atau marketplace. Kasus LX 7G100 membuktikan bahwa harga murah belum tentu menjamin nilai sepadan.
Bagi pengguna tech-savvy, keputusan membeli GPU harus selalu didasarkan pada data benchmark independen, bukan klaim pemasaran. Sampai saat ini, GPU buatan China belum bisa menjadi alternatif serius bagi gamer yang mengincar performa tinggi dengan budget terbatas.
FAQ: Apa yang Perlu Diketahui?
Apakah LX 7G100 bisa dipakai untuk gaming ringan?
Bisa, namun dengan keterbatasan. GPU ini hanya mampu menjalankan game modern di pengaturan grafis rendah hingga medium di resolusi 1080p. Performanya jauh di bawah kartu grafis entry-level Nvidia atau AMD yang sudah beredar luas.
Apakah ada GPU China lain yang lebih baik?
Saat ini belum ada GPU gaming buatan China yang mampu menyaingi produk Intel, AMD, atau Nvidia secara performa dan harga. Lisuan LX 7G100 adalah yang paling serius, namun hasilnya masih mengecewakan. Pasar masih menunggu generasi berikutnya dengan arsitektur yang lebih matang.