Pencarian

Chip RTX Spark NVIDIA Gabungkan CPU Arm dan GPU Blackwell untuk AI Lokal

Selasa, 02 Juni 2026 • 18:28:31 WIB
Chip RTX Spark NVIDIA Gabungkan CPU Arm dan GPU Blackwell untuk AI Lokal
NVIDIA meluncurkan chip RTX Spark dengan CPU Arm dan GPU Blackwell untuk AI lokal.

JAWA TENGAH — NVIDIA merilis superchip RTX Spark yang menyatukan CPU arsitektur Arm dan GPU Blackwell dalam satu paket dengan memori terpadu 128 GB. Chip ini dirancang untuk laptop Windows on Arm premium dan PC desktop mini yang akan meluncur akhir 2025. Berbeda dengan pendekatan chip AI di smartphone yang RAM-nya terbatas, RTX Spark mengandalkan NVLink-C2C untuk menghubungkan CPU dan GPU tanpa hambatan latensi.

Mengapa RAM 128 GB Jadi Kunci AI Lokal

Kapasitas memori terpadu sebesar 128 GB menjadi pembeda utama RTX Spark dibanding prosesor laptop lain. Dengan RAM sebesar itu, pengguna bisa menjalankan model AI besar seperti Llama atau Falcon langsung di perangkat tanpa perlu cloud. NVIDIA mengklaim NVLink-C2C yang mereka gunakan lima kali lebih cepat dari PCIe Gen5 dalam hal bandwidth dua arah.

Namun, RTX Spark tetap menggunakan LPDDR5X dengan bandwidth efektif 273 GB/s — lebih lambat dari GDDR6/7 di kartu grafis desktop yang mencapai 768 GB/s. Artinya, performa gaming mungkin tidak setara GPU desktop kelas atas, tapi unggul untuk tugas AI yang butuh memori besar.

Arsitektur CPU: 20 Core Arm dari MediaTek

CPU RTX Spark menggunakan desain GB10 Grace Blackwell Superchip yang sudah dipakai di DGX Spark seharga USD 4.700. Chip ini punya 20 core CPU: 10 core Arm Cortex-X925 dan 10 core A725. Menariknya, MediaTek ikut merancang CPU ini — X925 sebelumnya dipakai di chipset Dimensity 9400 untuk smartphone, tapi dengan konfigurasi satu core besar.

NVIDIA membenamkan sepuluh core X925 dengan clock 4,0 GHz dan sepuluh core A725 di 2,85 GHz. Cache L2 mencapai 2 MB untuk X925 dan 512 KB untuk A725, ditambah 16 MB L3 dan 16 MB system cache. Meski belum tentu mengalahkan Apple Silicon atau Qualcomm Oryon di tugas single-thread, 20 core-nya menjanjikan performa multi-core yang solid.

Perbandingan dengan Chip AI Smartphone

Pendekatan memori terpadu di RTX Spark sebenarnya mirip dengan smartphone modern yang pakai LPDDR5X bersama untuk CPU, GPU, dan AI. Bedanya, smartphone seperti yang pakai Snapdragon X hanya punya RAM 16 GB — terlalu kecil untuk model AI canggih. Penulis yang sudah memakai laptop Snapdragon X mengaku performa harian dan baterai memang impresif, tapi fitur AI on-device belum maksimal karena keterbatasan RAM dan akselerator.

RTX Spark menjawab masalah itu dengan RAM 128 GB dan interconnect NVLink-C2C 600 GB/s. NVIDIA juga membekali chip ini dengan teknologi Blackwell GPU yang dirancang khusus untuk beban kerja AI. Hasilnya, pengguna bisa menjalankan model bahasa besar, generator gambar, atau asisten AI lokal tanpa perlu koneksi internet.

Kapan dan Berapa Harganya?

NVIDIA belum mengumumkan harga resmi RTX Spark. Namun, melihat DGX Spark yang dibanderol USD 4.700, kemungkinan besar chip ini akan dijual di kisaran harga yang sama atau lebih tinggi. Laptop pertama yang pakai RTX Spark akan datang dari Microsoft Surface, ASUS, Dell, HP, Lenovo, dan MSI dalam bentuk 14 inci tipis-ringan hingga 16 inci workstation.

Untuk pasar Indonesia, belum ada konfirmasi ketersediaan. Tapi jika melihat tren laptop premium yang masuk ke Tanah Air dalam 3-6 bulan setelah rilis global, kemungkinan RTX Spark bisa ditemukan di sini pada awal 2026.

Kesimpulan: Untuk Siapa RTX Spark?

RTX Spark paling cocok untuk kreator konten, peneliti AI, dan developer yang butuh menjalankan model AI besar secara lokal. Dengan RAM 128 GB dan CPU 20 core, chip ini bisa menggantikan workstation desktop untuk tugas-tugas berat. Tapi untuk gamer yang mencari performa grafis murni, kartu grafis dedicated dengan GDDR7 mungkin masih jadi pilihan lebih baik.

Kehadiran RTX Spark menandai pergeseran penting: PC mulai mengadopsi arsitektur Arm dan memori terpadu ala smartphone untuk mengejar efisiensi AI. Jika tren ini berlanjut, laptop dengan RAM 128 GB bisa jadi standar baru dalam 2-3 tahun ke depan.

Bagikan
Sumber: androidauthority.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks