Pencarian

Harga Emas Stagnan di Tengah Ketidakpastian Perang dan Suku Bunga The Fed, Peluang Kenaikan 25 bps Tembus 58%

Jumat, 22 Mei 2026 • 08:09:01 WIB
Harga Emas Stagnan di Tengah Ketidakpastian Perang dan Suku Bunga The Fed, Peluang Kenaikan 25 bps Tembus 58%
Harga emas spot naik tipis di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan suku bunga The Fed.

JAWA TENGAHHarga emas spot tercatat naik tipis 0,1 persen ke posisi USD4.547,54 per ons pada pukul 01.04 WIB. Data dari Reuters pada Jumat (22/5) dini hari menunjukkan logam kuning sempat terseret turun cukup dalam sebelum pulih. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru ditutup melemah 0,1 persen di level USD4.542,50 per ons.

Konflik Iran-AS-Israel dan Harga Minyak Jadi Bantalan Sementara

Pasar emas masih bergulat dengan efek domino perang yang meletus akhir Februari lalu. Gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi global dan memperbesar kekhawatiran inflasi. Dalam sesi yang fluktuatif, harga minyak akhirnya melemah karena belum ada titik terang penyelesaian konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Vice President Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan koreksi harga minyak dan pelemahan dolar dari level tertinggi enam pekan menjadi sentimen konstruktif bagi emas dalam jangka pendek. Namun, ia menilai investor masih belum sepenuhnya yakin karena upaya perundingan sebelumnya kerap gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama.

Suku Bunga Tinggi Masih Jadi Penghambat Reli Emas

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat bank sentral berada di bawah tekanan. "Mereka harus mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. Situasi ini masih menjadi penghambat utama penguatan emas dalam waktu dekat," ujarnya.

Walaupun dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, emas umumnya kesulitan mencatat reli besar pada periode suku bunga tinggi. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Sejak perang meletus, harga emas telah merosot lebih dari 14 persen.

Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Makin Besar

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 58 persen bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026. Probabilitas ini meningkat dibandingkan 48 persen sehari sebelumnya, berdasarkan data FedWatch Tool milik CME Group. Ekspektasi tersebut menekan minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Di sisi lain, dolar AS mulai memangkas penguatan sebelumnya, membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 0,2 persen, mengurangi biaya peluang memegang emas.

Logam Mulia Lain Ikut Menguat, Perak Naik 0,9 Persen

Logam mulia lainnya turut mencatat pergerakan positif. Harga perak spot naik 0,9 persen menjadi USD76,63 per ons. Platinum bertambah 0,6 persen ke level USD1.962 per ons, sementara paladium melonjak 1,1 persen menjadi USD1.384,50 per ons.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks