Pencarian

Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kematian Sekeluarga di Tenda Wisata Posong Temanggung

Minggu, 31 Mei 2026 • 12:40:01 WIB
Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kematian Sekeluarga di Tenda Wisata Posong Temanggung
Polisi menunggu hasil labfor untuk memastikan penyebab kematian sekeluarga di Wisata Posong Temanggung.

TEMANGGUNG — Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, mengungkapkan bahwa autopsi terhadap empat korban telah selesai dilakukan. Namun, polisi masih fokus pada hasil toksikologi korban termuda untuk mempercepat proses identifikasi penyebab kematian.

“Dipilih salah satu korban yang paling muda, umur 17 tahun, yang secara fisik paling kuat,” ujar Kombes Anwar di Temanggung, Jumat (29/5/2026).

Dua Dugaan Penyebab Kematian

Polisi saat ini masih memiliki dua asumsi utama terkait kematian sekeluarga tersebut. Pertama, mereka diduga tewas akibat keracunan gas dari kompor portabel yang digunakan saat acara barbeque pada malam hari. Kedua, kematian juga diduga akibat keracunan makanan yang dikonsumsi sebelum tidur.

“Dugaan sementara masih ada dua, yaitu akibat gas dari kompor gas saat barbeque malam hari, atau dari makanan,” jelas Kombes Anwar.

Penyidik juga telah memeriksa tabung gas portabel dan sisa makanan yang ditemukan di lokasi kejadian. “Itu masih harus dipastikan, apakah dari CO atau CN,” tambahnya.

Korban Ditemukan Sore Hari

Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak laki-laki itu diketahui tiba di Wisata Alam Posong pada Selasa (26/5/2026) pukul 22.00 WIB. Mereka sempat mengadakan barbeque bersama sebelum beristirahat di dalam tenda.

Keesokan harinya, petugas penginapan datang untuk memberitahukan jadwal check out, namun tidak mendapat respons. Petugas kembali lagi pada sore hari pukul 15.45 WIB dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku di dalam tenda.

Polisi memperkirakan keluarga tersebut sudah tewas sejak dini hari sebelum ditemukan.

Identitas Korban dan Proses Pemakaman

Keempat korban adalah Ali Munawar (52), istrinya Magfiroh Alvira (43), serta dua anak laki-laki mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16). Keluarga ini berasal dari Kabupaten Ambarawa, Jawa Tengah.

Jenazah keempatnya dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk diotopsi, lalu dipulangkan ke rumah duka di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Mereka dimakamkan di TPU Desa Kebumen pada Kamis (28/5/2026) diiringi isak tangis keluarga dan guyuran air hujan.

Hasil Labfor Jadi Kunci

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian. Sampai hasil itu keluar, dua dugaan—keracunan gas atau keracunan makanan—masih terbuka lebar.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para wisatawan yang kerap menggunakan peralatan masak portabel di dalam tenda. Sirkulasi udara yang buruk di dalam tenda tertutup bisa meningkatkan risiko keracunan karbon monoksida (CO) secara fatal.

Bagikan
Sumber: grid.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks