JAWA TENGAH — Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bank Mantap menyalurkan bantuan kacamata baca kepada 110 nasabah senior di berbagai unit layanan. Bantuan ini diharapkan menunjang aktivitas harian para penerima manfaat, mulai dari membaca hingga mengelola administrasi usaha kecil.
Di sektor kesehatan, perusahaan mengembangkan program Pilar Mantap Sehat yang kini didukung sekitar 155 titik klinik di Indonesia. Fasilitas ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter, hingga pemberian obat bagi nasabah pensiunan.
"Para warga senior yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif akan menjadi kekuatan sosial yang mampu terus memberikan inspirasi, pengalaman, serta kontribusi bagi keluarga dan masyarakat," ujar Direktur Compliance & Human Resource Bank Mandiri Taspen Rio Lanasier dalam keterangan pers, Sabtu (30/5/2026).
Pemberdayaan Ekonomi untuk Pensiunan Produktif
Bank Mantap tidak hanya fokus pada kesehatan fisik. Perusahaan juga mendorong penguatan usaha mikro bagi para pensiunan agar tetap berdaya secara ekonomi. Dukungan ini diwujudkan melalui program sosial yang terintegrasi dengan layanan perbankan.
Menurut Rio, tema Hari Lansia Nasional tahun ini mencerminkan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi pensiunan. "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh" menjadi pengingat bahwa warga senior yang mandiri bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas.
Target: Lansia Sehat, Mandiri, dan Berdaya
Bank Mandiri Taspen menilai peran lansia sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi nasional. Dengan kombinasi layanan kesehatan yang memadai dan akses legalitas usaha, perusahaan berharap para pensiunan dapat terus berkontribusi tanpa terbebani masalah administrasi atau biaya kesehatan.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Bank Mantap dalam melayani segmen pensiunan yang menjadi pangsa pasar utama mereka. Ke depan, perusahaan berencana memperluas jangkauan klinik dan jenis bantuan sosial agar lebih banyak nasabah lansia yang terjangkau.