JAWA TENGAH — Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.03 WIB. Angin kencang menghantam dua jalur vital sekaligus, yaitu Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Galang–Simangkuk dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan. Dampaknya, infrastruktur kelistrikan di titik-titik tertentu tak mampu bertahan.
Kerusakan Paling Parah di Jalur Tebing Tinggi–Sei Rotan
Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Darma Saputra, merinci kerusakan yang terjadi. Pada jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk, satu tower roboh total dan satu lainnya bengkok parah.
Kondisi lebih parah terjadi di jalur SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan. Sebanyak empat tower roboh dan enam tower lainnya mengalami bengkok. Total, ada 12 tower yang rusak akibat terjangan angin kencang dalam satu malam.
Manuver Sistem Enam Jam, Listrik Kembali Normal
Meski kerusakan terbilang masif, PLN bergerak cepat. Tim teknis langsung melakukan manuver sistem, yaitu mengalihkan beban listrik dari jaringan yang rusak ke jalur lain yang masih berfungsi.
“Melalui manuver sistem dan upaya pemulihan yang dilakukan secara intensif, pasokan listrik berhasil dipulihkan secara bertahap pada pukul 02.38 WIB,” ujar Darma dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026). Artinya, hanya butuh waktu sekitar enam jam sejak gangguan pertama terjadi hingga seluruh pasokan kembali normal.
PLN juga mengerahkan seluruh personel dan peralatan ke lokasi. Langkah darurat yang dilakukan antara lain mendirikan tower sementara agar aliran listrik bisa segera mengalir lagi sambil menunggu perbaikan permanen.
Ancaman Cuaca Ekstrem bagi Infrastruktur Kritis
Insiden ini menjadi pengingat betapa rentannya infrastruktur kelistrikan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Tower transmisi yang roboh bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga bisa menghambat sektor industri dan bisnis yang bergantung pada pasokan listrik stabil.
PLN Sumut sendiri masih terus melakukan evaluasi dan perbaikan permanen terhadap seluruh tower yang rusak. Ke depan, penguatan struktur jaringan di titik-titik rawan angin kencang menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda.