Pernyataan ini bukan sekadar keluhan biasa. Sharma baru beberapa waktu lalu menjabat sebagai CEO Xbox dan langsung membocorkan rencana konsol generasi berikutnya, Project Helix. Meski detail harga belum diumumkan, estimasi awal menyebut banderolnya bisa menembus $900 atau lebih — angka yang membuat Sharma sendiri ragu pasar bisa menerimanya.
“Ribuan Dolar untuk Konsol? Itu Mimpi Buruk”
“Saya pikir yang dibutuhkan konsol bukan lagi sekadar mesin paling premium dan berperforma tinggi di dunia,” ujar Sharma dalam sesi wawancara langsung yang digelar Fortune. “Kita sudah sampai pada titik di mana sulit membayangkan khalayak massal mampu mengeluarkan ribuan dolar hanya untuk sebuah konsol.”
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat — tepatnya akhir tahun ini — gamer akan mulai melihat model bisnis yang radikal berbeda dari yang pernah ada sebelumnya. Sayangnya, Sharma belum membeberkan bentuk konkret dari model tersebut.
Bisnis Xbox Tidak Sehat, Eksklusivitas Jadi Jurus Darurat
Pengakuan jujur lainnya datang saat Sharma membahas kondisi finansial divisi Xbox. “Sulit menemukan contoh platform yang sukses tanpa layanan dan konten eksklusif,” katanya. “Bisnis kami saat ini tidak terlalu sehat. Karena itu kami mulai dengan memperkenalkan satu hingga dua game eksklusif flagship.”
Strategi itu sudah mulai terlihat. Gears of War: E-Day dipastikan hanya rilis di Xbox dan PC. Clockwork Revolution juga dikonfirmasi tidak akan menjangkau konsol pesaing. Keputusan ini kontras dengan langkah sebelumnya di mana Microsoft lebih agresif merilis game ke platform lain.
Ketinggalan Jauh dari PlayStation, Bisakah Xbox Diselamatkan?
Pertanyaan besarnya tetap menggantung: apakah Xbox masih bisa bangkit? Generasi konsol saat ini tertinggal jauh di belakang PlayStation 5 dalam hal penjualan. Sharma sendiri mengakui angka-angka dari tahun fiskal terakhir mengecewakan.
Konsekuensinya, game eksklusif seperti Gears of War: E-Day berpotensi menjual lebih sedikit kopi dibandingkan judul lintas platform seperti Halo: Campaign Evolved atau port Forza Horizon 6 yang akhirnya dirilis di banyak perangkat. Ini adalah dilema klasik: eksklusivitas bisa memperkuat ekosistem, tapi di saat basis pengguna kecil, justru membatasi pendapatan.
Bagi gamer Indonesia, pengakuan ini menarik. Harga konsol generasi terbaru sudah terasa berat di kantong — dengan Project Helix yang diperkirakan menyentuh Rp 14,4 juta (estimasi kurs Rp 16.000 per dolar AS), belum termasuk game dan aksesori. Jika Microsoft benar-benar menghadirkan model bisnis baru yang lebih terjangkau, pasar Asia seperti Indonesia bisa menjadi salah satu yang paling diuntungkan.