Pencarian

IHSG Bergejolak, BRI Buka Suara soal Wacana Buyback Saham BUMN: Fundamental Perbankan Masih Kuat

Jumat, 12 Juni 2026 • 18:13:01 WIB
IHSG Bergejolak, BRI Buka Suara soal Wacana Buyback Saham BUMN: Fundamental Perbankan Masih Kuat
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan fundamental perbankan nasional tetap kuat di tengah gejolak IHSG.

JAWA TENGAH — Wacana buyback saham BUMN mencuat setelah pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, hingga jajaran direksi utama bank Himbara di Jakarta pada 9 Juni 2026. Dalam forum tersebut, berbagai langkah strategis dibahas untuk menjaga stabilitas pasar modal dan mengerek kepercayaan investor.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyambut positif dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, perhatian terhadap pasar modal mencerminkan optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan pelat merah, khususnya sektor perbankan. "Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien," ujar Hery dalam keterangan resmi, Jumat (12/6).

Data OJK: Kredit Tumbuh 9,98%, DPK Naik 11,40%

Hery menegaskan, fundamental industri perbankan tidak goyah meski IHSG sempat tertekan. Ia merujuk pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026 yang menunjukkan pertumbuhan kredit secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 9,98 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil meningkat 11,40 persen.

"Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terjaga dengan baik. Ini mencerminkan fungsi intermediasi perbankan berjalan efektif," jelasnya.

Di sisi lain, IHSG dalam lima hari terakhir tercatat menguat 10,39 persen ke level 6.052,06. Meski demikian, volatilitas masih menjadi perhatian utama para emiten dan regulator.

Prinsip Kehati-hatian dalam Aksi Korporasi

Terkait wacana buyback saham, Hery menegaskan bahwa BRI akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi. Setiap aksi korporasi, termasuk pembelian kembali saham, akan dikaji secara cermat sebelum diputuskan.

"Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkas Hery.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga likuiditas dan kecukupan modal perseroan di tengah dinamika pasar. BRI sendiri terus berupaya memperkuat kualitas aset guna mempertahankan daya tarik investasi di mata publik dan investor institusi.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks