SEMARANG — Kolaborasi antara Pemprov Jateng dan dunia kampus tak lagi sekadar seremoni. Wagub Taj Yasin memastikan bahwa setiap program daerah harus lahir dari kajian ilmiah, bukan asumsi semata.
Desalinasi untuk Pesisir hingga Pengelolaan Rawa Pening
Sejumlah kerja sama telah berbuah inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Bersama Universitas Diponegoro (Undip), Pemprov mengembangkan program desalinasi untuk mengubah air asin menjadi air tawar. Teknologi ini menyasar warga pesisir yang selama ini kesulitan air bersih akibat rob.
Sementara itu, Universitas Sebelas Maret (UNS) dilibatkan dalam penanganan dan pengelolaan kawasan Rawa Pening. Ekosistem danau yang kerap bermasalah dengan sedimentasi dan eceng gondok itu kini ditangani dengan pendekatan riset.
Hibah Air Minum Toyaku dan Gerakan Anti Boros Pangan
Dari Udinus, Pemprov menerima hibah produk air minum kemasan Toyaku—hasil inovasi kampus tersebut. Kolaborasi juga mencakup edukasi gerakan stop boros pangan dan program pemberdayaan masyarakat lainnya.
"Masukan-masukan dari kampus dan mahasiswa inilah yang kita ambil untuk menjadi sebuah kebijakan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," ujar Taj Yasin dalam sambutannya.
KKN Tematik Diarahkan ke Persoalan Riil Warga
Perguruan tinggi di Jawa Tengah juga dilibatkan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Program ini diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan konkret di masyarakat, bukan sekadar formalitas pengabdian.
Taj Yasin menilai kampus memiliki posisi strategis sebagai pusat ilmu pengetahuan yang dipercaya publik. Oleh karena itu, ia mendorong institusi pendidikan untuk terus hadir menjawab isu lingkungan, ketahanan pangan, hingga transformasi digital.
Kerja Sama Tak Berhenti di MoU
"Sebuah program dan kebijakan harus didasari kajian, penelitian, dan literasi keilmuan," tegasnya. Menurut dia, kerja sama yang sudah terjalin dengan puluhan kampus di Jateng tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Yang lebih penting adalah implementasi dan dampaknya bagi masyarakat.
Pemprov Jateng kini terus memperluas jangkauan kolaborasi dengan kampus-kampus lain di wilayahnya. Targetnya, setiap kebijakan strategis ke depan memiliki pijakan akademik yang kuat.