Pencarian

Wihaji Dorong Guru PPG UIN Salatiga Kuasai Teknologi, Bukan Sekadar Pengajar Konten Keilmuan

Sabtu, 20 Juni 2026 • 15:55:31 WIB
Wihaji Dorong Guru PPG UIN Salatiga Kuasai Teknologi, Bukan Sekadar Pengajar Konten Keilmuan
Menteri Wihaji mengukuhkan 3.167 guru PPG UIN Salatiga sebagai garda terdepan pendidikan.

SALATIGA — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengingatkan ribuan guru yang baru dikukuhkan bahwa tantangan dunia pendidikan tidak lagi sekadar transfer ilmu. Dalam sambutannya di pengukuhan 3.167 peserta PPG FITK UIN Salatiga, ia menekankan guru adalah aktor utama penanaman nilai karakter kepada generasi muda.

Guru Harus Melek Teknologi dan Konten

Wihaji menyebut penguasaan konten keilmuan saja tidak cukup. Guru, menurutnya, harus adaptif terhadap arus teknologi yang mengubah cara belajar siswa. “Sertifikat ini menjadi legitimasi kompetensi di tengah masyarakat,” ujarnya di hadapan para guru yang baru menyelesaikan program PPG.

Ia menambahkan, sertifikat pendidik bukan sekadar formalitas. Dokumen itu menjadi bukti bahwa seorang guru telah terverifikasi kemampuannya, baik dari sisi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional.

3.167 Guru Dikukuhkan, Jadi Garda Terdepan Pendidikan

Pengukuhan massal ini digelar di kampus UIN Salatiga, Jawa Tengah. Ribuan guru yang dilantik berasal dari berbagai daerah dan disiplin ilmu keguruan. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia unggul di era digital.

Wihaji menekankan, peran guru sebagai penanam nilai menjadi krusial di tengah derasnya informasi yang tak terfilter. “Guru bukan hanya mengajar, tapi juga membentuk karakter,” tegasnya.

Legitimasi Kompetensi di Era Disrupsi

Sertifikat PPG yang baru diterima, kata Wihaji, menjadi pembeda antara guru profesional dan yang sekadar mengajar. Di tengah disrupsi teknologi, legitimasi ini penting agar masyarakat dan orang tua percaya pada kualitas pengajaran di sekolah.

Ia berharap para guru yang sudah tersertifikasi tidak berhenti belajar. Perkembangan teknologi, kurikulum, dan kebutuhan siswa terus berubah. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks