SEMARANG — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah bagi lebih dari 4 juta pelaku UMKM di provinsi tersebut. Dorongan ini disampaikan Saleh di Semarang dengan menilai keterbatasan modal masih menjadi hambatan utama bagi usaha mikro untuk naik kelas dan memperkuat daya saing di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,89 persen pada triwulan I 2026.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, akses permodalan harus terus diperluas agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujar Saleh, yang juga menjabat Ketua DPD Golkar Jateng.
Skema KUR Bunga Rendah Jadi Andalan
Saleh menilai skema KUR dengan bunga terjangkau perlu terus didorong agar bisa dimanfaatkan lebih banyak pelaku UMKM. Menurutnya, beban biaya pembiayaan yang tinggi kerap membuat usaha kecil sulit meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
“Skema KUR dengan bunga rendah perlu terus didorong karena sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi,” kata Saleh.
Bank Jateng Diminta Aktif Salurkan Pembiayaan Produktif
Politikus Partai Golkar itu juga meminta perbankan daerah, termasuk Bank Jateng, untuk memperkuat dukungan terhadap sektor UMKM melalui program pembiayaan yang mudah diakses. Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatat aset sebesar Rp93,97 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) di level 22 persen.
Saleh menilai kondisi permodalan yang solid itu menjadi modal baik bagi bank milik pemprov untuk memperluas pembiayaan produktif. Ia menambahkan, penguatan akses permodalan perlu dibarengi pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, dan penguatan pemasaran agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Ekonomi Jateng Tumbuh di Atas Nasional, Momentum Perkuat UMKM
Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang sebesar 5,61 persen. Tingkat pengangguran terbuka di provinsi ini juga turun menjadi 4,24 persen.
“Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor UMKM. Jika UMKM tumbuh kuat, maka ekonomi daerah juga akan semakin kokoh,” pungkas Saleh.