JAWA TENGAH — Piala Presiden 2026 yang akan bergulir pada 25 Juli hingga 6 Agustus mendatang tidak hanya menjadi ajang pemanasan bagi klub-klub elite Indonesia. Bagi dua pemain muda, Nazriel Alfaro (Persib Bandung) dan Zahaby Gholy (Persija Jakarta), turnamen ini adalah panggung utama untuk membuktikan diri setelah musim lalu nyaris tak tersentuh lapangan hijau di kompetisi tertinggi.
Minim Menit Bermain di Super League, Piala Presiden Jadi Jalan Keluar
Nazriel, yang baru berusia 18 tahun, hanya mencatatkan tiga penampilan untuk Persib di Super League musim lalu. Ketiganya ia jalani sebagai pemain pengganti dengan total akumulasi waktu bermain hanya 13 menit—melawan Madura United (4-1), Borneo FC (3-1), dan Malut United (0-2).
"Turnamen ini bisa menjadi tempat untuk bisa menambah menit bermain," ujar Nazriel dalam jumpa pers di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin.
Situasi lebih pahit dialami Zahaby Gholy. Pemain setahun lebih muda dari Nazriel itu sama sekali tidak mendapatkan menit bermain di Super League. Sepanjang musim, Gholy hanya turun bersama Persija U20 di Elite Pro Academy U20, dengan torehan 22 penampilan dan delapan gol.
"Ini jauh lebih baik juga buat para pemain muda dan bisa dikasih kesempatan bermain di Piala Presiden ini. Dan tentunya ini juga persiapan buat tim juga," kata Gholy.
Ernando Ari Dukung Penuh, Regulasi U23 Dihapus Musim Depan
Dukungan untuk turnamen ini juga datang dari kiper Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi. Menurutnya, Piala Presiden menjadi vital di tengah rencana penghapusan regulasi U23 di Super League musim depan.
"Mereka ini sayang kalau cuma menunggu hanya satu pertandingan saja di Liga 1 saja, itu sangat-sangat minim buat mereka. Jadi kita mensupport adanya banyak pertandingan, banyak kompetisi di Indonesia ini," ucap kiper 24 tahun yang telah mengoleksi 13 caps bersama Timnas Indonesia itu. "Mungkin salah satu jalan untuk kita bisa mendapatkan menit bermain, salah satu jalan juga mendapatkan panggilan timnas juga."
Format Turnamen: Delapan Klub, Dua Stadion
Piala Presiden 2026 diikuti delapan klub dari empat negara. Lima klub Indonesia yang berlaga adalah Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Arema FC. Tiga tim tamu berasal dari Singapura (Tampines Rovers), Brunei Darussalam (DPMM FC), dan Thailand (Port FC) selaku juara bertahan.
Turnamen akan menggunakan dua stadion. Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, menjadi markas Grup A yang dihuni Persib, Arema, DPMM, dan Tampines Rovers. Sementara Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, menjadi tuan rumah Grup B berisi Persebaya, Persija, PSMS, dan Port FC.