KENDAL — Duka menyelimuti Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, saat ribuan warga mengiringi prosesi pemakaman KH Asro'i Tohir. Ulama kharismatik yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kendal itu dikenal luas karena pengabdiannya yang konsisten dalam menyebarkan ajaran Islam dan membangun sumber daya manusia melalui lembaga pendidikan.
Dedikasi Sepanjang Hayat untuk Dakwah dan Pendidikan
KH Asro'i Tohir bukan sekadar figur keagamaan di Kendal. Sepanjang hidupnya, ia aktif mengelola pesantren dan menjadi rujukan masyarakat dalam berbagai persoalan keumatan. Kepergiannya meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi santri dan keluarga, tetapi juga bagi para tokoh lintas sektor yang pernah bekerja sama dengannya.
"Beliau adalah sosok yang istiqomah dalam berdakwah. Tidak pernah lelah mengayomi umat dan selalu memberikan nasihat yang menyejukkan," ujar salah satu pelayat yang hadir di lokasi pemakaman.
Ribuan Pelayat dari Berbagai Daerah Hadir
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Ribuan orang tampak memenuhi area permakaman di Kaliwungu sejak pagi hari. Mereka datang dari Kendal dan kota-kota sekitarnya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Suasana haru menyelimuti prosesi saat jenazah diturunkan ke liang lahat.
Kehadiran massa dalam jumlah besar ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kecintaan masyarakat terhadap KH Asro'i Tohir. Selama ini, ia dikenal sebagai ulama yang dekat dengan rakyat dan tidak segan turun langsung membimbing umat di berbagai majelis taklim.
Warisan Perjuangan yang Tak Terlupakan
KH Asro'i Tohir meninggalkan warisan besar dalam bentuk jaringan pendidikan dan dakwah yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Banyak alumni pesantren binaannya yang kini tersebar dan turut serta dalam pembangunan masyarakat di berbagai daerah.
Masyarakat Kendal, khususnya warga Kaliwungu, kehilangan salah satu panutan. Namun, nilai-nilai perjuangan dan ajaran yang telah ditanamkan almarhum diyakini akan terus hidup dan diamalkan oleh para penerusnya. Doa dan penghormatan terus mengalir dari para pelayat yang masih bertahan di sekitar lokasi makam hingga prosesi usai.