Pencarian

BI Rate Diproyeksi Naik Lagi ke 6%, Rupiah Bisa ke Rp 17.600 per Dolar AS

Kamis, 16 Juli 2026 • 10:33:32 WIB
BI Rate Diproyeksi Naik Lagi ke 6%, Rupiah Bisa ke Rp 17.600 per Dolar AS
BI rate diproyeksikan naik ke 6%, berpotensi mendorong rupiah ke level Rp17.600 per dolar AS.

JAWA TENGAH — Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menyampaikan proyeksi tersebut dalam acara Media Briefing DBS Insights Forum 2026, Rabu (15/7). Pandangan ini merupakan hasil kajian Chief Investment Office (CIO) DBS Group yang mempertimbangkan arah kebijakan moneter global, khususnya sikap bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Ekspektasinya adalah interest rate Indonesia masih bisa naik satu kali lagi menuju ke 6%, yang akan membuat seharusnya rupiah kita semakin stable, entah di Rp18.000 atau kalau menurut CIO kami bahkan bisa kembali ke Rp17.600," ujar Djoko.

Dua Skenario yang Bisa Menguatkan Rupiah

Proyeksi penguatan rupiah tidak berdiri sendiri. Djoko menjelaskan, pergerakan nilai tukar sangat bergantung pada keputusan The Fed. Jika bank sentral AS benar-benar tidak menaikkan suku bunga hingga akhir tahun, tekanan terhadap rupiah akan berkurang signifikan.

Saat ini, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai melemah. Salah satu pemicunya adalah data inflasi Amerika Serikat yang melambat. "Month on month, CPI mereka mengalami minus 0,4. Kemudian year on year inflation juga turun dari sekitar 4,2 menjadi 3,5," jelas Djoko.

Ia menambahkan, inflasi bulanan yang mencatat deflasi untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir menjadi sinyal bahwa perekonomian AS tidak sepanas yang dikhawatirkan pasar. Kondisi ini membuka peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis?

Jika skenario itu terwujud—The Fed flat dan BI naik ke 6%—rupiah diproyeksi bergerak lebih stabil di kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.600 per dolar AS. Posisi tersebut lebih kuat dibandingkan level saat ini yang berada di Rp 18.070 per dolar AS, menguat 21 poin pada perdagangan hari ini.

Bagi investor, stabilitas rupiah dapat mengurangi risiko kerugian selisih kurs pada portofolio aset berdenominasi dolar. Sementara bagi pelaku bisnis, terutama importir, penguatan rupiah berpotensi menekan biaya bahan baku impor.

Namun, kenaikan BI rate menjadi 6% juga berarti biaya pinjaman korporasi dan konsumen berpotensi naik. Keputusan final tetap akan bergantung pada data inflasi domestik dan tekanan nilai tukar ke depan.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: wartaekonomi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks