Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah di Tengah Tekanan Eksternal

Selasa, 19 Mei 2026 • 11:09:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah di Tengah Tekanan Eksternal
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.724 per dolar AS, rekor terendah sepanjang sejarah.

JAWA TENGAH — Sepanjang tahun ini, depresiasi rupiah sudah mencapai 6,25%. Tekanan datang dari penguatan dolar AS yang masih dominan di pasar Asia. Sejumlah mata uang regional kompak melemah: won Korea Selatan turun 0,74%, baht Thailand melemah 0,18%, dan yen Jepang terdepresiasi 0,08%.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, mengatakan sentimen global sempat mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda rencana serangan ke Iran. Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap kondisi fundamental domestik yang dinilai masih rapuh.

Ekspektasi Kenaikan BI Rate Bikin Investor Wait and See

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Mayoritas pelaku memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan untuk menahan laju pelemahan rupiah. Ekspektasi ini membuat investor cenderung menahan diri dalam mengambil posisi beli.

“Pelaku pasar masih wait and see menunggu keputusan BI. Kenaikan suku bunga memang diperlukan, tapi efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi juga perlu diantisipasi,” ujar Lukman Leong.

Berapa Kisaran Pergerakan Rupiah Hari Ini?

Menurut proyeksi Lukman, rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Meski ada peluang penguatan tipis, tekanan jual masih mendominasi di sesi pagi.

Data Bloomberg menunjukkan level Rp 17.724 merupakan titik terendah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebelumnya, rekor terlemah rupiah tercatat saat krisis 1998 dan pandemi 2020.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Pelaku Bisnis?

Pelemahan rupiah ke level ini berdampak langsung pada harga barang impor. Bahan baku industri, elektronik, hingga obat-obatan berpotensi mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan ke depan. Pelaku usaha yang memiliki pinjaman dalam dolar AS juga akan menanggung beban bunga lebih tinggi.

Bagi investor pasar modal, pelemahan kurs biasanya mendorong aksi jual aset berdenominasi rupiah oleh asing. Namun, jika BI benar menaikkan suku bunga, imbal hasil obligasi pemerintah bisa menjadi lebih atraktif dan menarik kembali aliran modal masuk.

Kapan Keputusan BI Diumumkan?

Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat. Pasar menanti apakah BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 atau 50 basis poin untuk mengerem pelemahan rupiah yang semakin dalam.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks