TEGAL — Perjalanan panjang SMK Negeri 3 Kota Tegal dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas memasuki babak baru. Sekolah vokasi yang berlokasi di Jawa Tengah ini menggelar puncak perayaan Dies Natalis ke-25 bertajuk "Kisah Inspiratif 25 Tahun SMK Negeri 3 Tegal Mengabdi" di lapangan sekolah, Senin kemarin.
Momentum seperempat abad itu berlangsung semarak dengan kehadiran Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, siswa, alumni, serta tamu undangan. Sebagai simbol rasa syukur, Wali Kota menyerahkan langsung kue ulang tahun kepada Kepala SMK Negeri 3 Tegal, Bejo.
Apresiasi Wali Kota: Lulusan Berdaya Saing Jadi Kunci
Dalam pidato sambutannya, Dedy Yon Supriyono memberikan apresiasi tinggi terhadap rekam jejak pembangunan karakter dan keterampilan di SMKN 3 Tegal. Menurutnya, sekolah ini menunjukkan konsistensi dalam menghadirkan lulusan berdaya saing.
"Penguatan sinergi dengan dunia kerja menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan era digital," ujar Dedy Yon. Ia menekankan pentingnya bagi lembaga pendidikan vokasi untuk tidak berhenti bertransformasi.
Wali Kota berharap pada perayaan Dies Natalis ke-25 ini, SMK Negeri 3 Tegal makin responsif terhadap kemajuan teknologi. Ia mendorong penguatan kemitraan dengan DUDI demi mencetak SDM siap kerja skala global.
Makna "Selawe" dan Perjalanan Panjang dari Sekolah Teknik
Kepala SMK Negeri 3 Tegal, Bejo, menjelaskan bahwa angka 25 memiliki pijakan nilai yang dalam. Dalam budaya Jawa, usia ini diakrab sebagai "Selawe" yang menyimbolkan kedewasaan, kematangan, dan kebahagiaan hidup.
"Selawe bermakna usia yang matang dan memberikan kebahagiaan. Kami memaknai usia 25 tahun ini sebagai periode ketika SMK Negeri 3 Tegal telah mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya," ungkap Bejo.
Secara historis, lembaga pendidikan ini mengawali perjalanannya dari Sekolah Teknik yang kemudian beralih fungsi menjadi SMP Keterampilan. Transformasi resmi menjadi SMK Negeri 3 Kota Tegal baru terealisasi penuh pada tahun 2001.
Sejak perubahan status tersebut, peningkatan signifikan terus terjadi dari waktu ke waktu. Hal ini terlihat dari lonjakan jumlah murid, perbaikan fasilitas pembelajaran, hingga diversifikasi jurusan keahlian yang kini ditawarkan.