Pencarian

Damkar Kota Semarang Periksa 800 Gedung dan Edukasi 18.000 Warga demi Cegah Kebakaran di Tengah Efisiensi Anggaran 2026

Selasa, 21 Juli 2026 • 12:58:01 WIB
Damkar Kota Semarang Periksa 800 Gedung dan Edukasi 18.000 Warga demi Cegah Kebakaran di Tengah Efisiensi Anggaran 2026
Damkar Kota Semarang memeriksa lebih dari 800 gedung dan menjangkau 18.000 warga dalam program pencegahan kebakaran hingga pertengahan Juli 2026.

SEMARANG — Hingga pertengahan Juli 2026, Damkar Kota Semarang telah memeriksa lebih dari 800 gedung dan menjangkau sekitar 18.000 warga melalui kegiatan sosialisasi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pencegahan kebakaran yang dioptimalkan di tengah tekanan efisiensi anggaran.

Fokus pada Pencegahan, Bukan Pemadaman

Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, menegaskan bahwa pihaknya memilih pendekatan preventif ketimbang reaktif. “Kalau efisiensi memang di awal tahun hampir semua OPD mengalaminya. Tapi yang perlu digarisbawahi, kami mencoba memaksimalkan pencegahan,” ujarnya di kantornya, Senin (20/7/2026).

Ia menambahkan, target utama program ini adalah mengurangi frekuensi kebakaran. “Harapan kami kendaraan pemadam tidak perlu keluar karena tidak ada kejadian,” imbuh Ade.

Pemeriksaan Gedung Kunci Cegah Kebakaran di Kota Bertingkat

Pemeriksaan gedung menjadi prioritas lantaran Kota Semarang belum memiliki armada mobil tangga untuk menjangkau gedung bertingkat tinggi. Dari target 1.500 gedung pada 2026, lebih dari separuhnya telah rampung diperiksa dalam tujuh bulan pertama.

Sosialisasi kepada warga juga terus diperluas. Dengan target 30.000 orang per tahun, capaian 18.000 warga hingga pertengahan tahun dinilai cukup progresif.

Apa yang Dilakukan Damkar Saat Periksa Gedung?

Petugas memeriksa sistem proteksi kebakaran di berbagai bangunan, mulai dari kelengkapan alat pemadam api ringan (APAR), hidran, hingga jalur evakuasi. Pemeriksaan ini menyasar gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, dan fasilitas publik lainnya.

“Mulai dari pemeriksaan gedung hingga sosialisasi kepada masyarakat,” kata Ade menjelaskan cakupan kegiatan preventif yang dijalankan.

Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Mutu Layanan

Damkar Kota Semarang memastikan pemangkasan anggaran pada 2026 tidak berdampak pada respons pemadaman kebakaran. Seluruh armada dan personel tetap siaga 24 jam. Program pencegahan justru diperkuat sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan fiskal.

Dengan pendekatan ini, Damkar berharap angka kejadian kebakaran di Kota Semarang bisa ditekan secara signifikan. Masyarakat pun diimbau untuk lebih aktif melaporkan potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks