Pencarian

KKN UIN Walisongo dan PPKO UNIMUS Latih Warga Desa Ploso Demak Kelola Sampah Jadi Eco Enzyme hingga Briket

Kamis, 13 Agustus 2026 • 11:34:31 WIB
KKN UIN Walisongo dan PPKO UNIMUS Latih Warga Desa Ploso Demak Kelola Sampah Jadi Eco Enzyme hingga Briket
Warga Desa Ploso mengikuti pelatihan pengolahan sampah rumah tangga menjadi eco enzyme dan kompos.

DEMAK — Warga Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, mendapatkan pelatihan mengubah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. Kolaborasi mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 78 dan PPKO UNIMUS ini mencakup pembuatan eco enzyme, kompos, biopori, hingga briket dari sekam padi.

Program lingkungan sehat terintegrasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan praktis masyarakat. Selain mengelola sampah, warga juga diajak menerapkan konsep urban farming dengan memanfaatkan lahan pekarangan terbatas untuk menanam sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA).

Mengubah Sampah Dapur Menjadi Eco Enzyme dan Kompos

Pelatihan diawali dengan sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Peserta diedukasi penerapan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, untuk menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Warga kemudian diajak praktik membuat eco enzyme dari limbah kulit buah dan sisa sayuran. Cairan hasil fermentasi ini bisa dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga pengurai limbah organik.

Sampah organik rumah tangga seperti daun kering juga diarahkan untuk diolah menjadi kompos. Mahasiswa turut memperkenalkan lubang resapan biopori sebagai cara meningkatkan daya serap air, mengurangi genangan, sekaligus media pengomposan alami.

Menanam di Pekarangan dan Membuat Briket Sekam Padi

Konsep urban farming diperkenalkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Masyarakat diajak memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk budidaya sayuran dan tanaman hias.

Pelatihan juga mencakup pembuatan briket dari sekam padi yang melimpah di kawasan pedesaan. Inovasi ini diharapkan menjadi alternatif bahan bakar yang bernilai jual.

Sinergi Antarkampus untuk Desa Berkelanjutan

Koordinator KKN MIT UIN Walisongo Posko 78 menegaskan bahwa lingkungan yang sehat tidak hanya dibangun lewat infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.

"Lingkungan yang sehat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan perilaku masyarakat. Harapannya, ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan desa yang bersih, sehat, mandiri, dan bernilai ekonomi," ujarnya.

Perwakilan mahasiswa PPKO UNIMUS menambahkan bahwa kegiatan ini mengintegrasikan aspek kesehatan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian sumber daya alam. Pihaknya berharap lahir budaya hidup bersih, sehat, dan produktif di lingkungan desa.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa Ploso

Kepala Desa Ploso mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan program edukasi lingkungan bagi warganya. Ia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi untuk menjaga lingkungan secara bersama-sama.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 78 dan PPKO UNIMUS yang telah menghadirkan program yang sangat bermanfaat. Semoga kegiatan ini menjadi edukasi sekaligus inspirasi bagi seluruh warga untuk menjaga lingkungan secara bersama-sama," ungkapnya.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan. Pengetahuan yang diberikan diharapkan diterapkan berkelanjutan untuk mewujudkan Desa Ploso yang bersih, sehat, dan produktif.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks