SEMARANG — Sampah plastik yang biasa menumpuk di lingkungan sekolah kini disulap menjadi meja belajar oleh para siswa SD Beji 02. Kegiatan kreatif ini digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Posko 1 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi Pendidikan dan Keagamaan.
Program ini melibatkan siswa kelas 5 dan 6 secara langsung dalam setiap prosesnya. Mereka tak hanya belajar memilah sampah, tetapi juga merakit botol-botol plastik berisi sampah anorganik menjadi sebuah meja yang siap digunakan.
Dari Botol Bekas Menjadi Meja yang Kokoh
Rangkaian kegiatan dibuka pada 31 Juli 2026 dengan pemberian materi mengenai ecobrick. Para siswa diperkenalkan pada teknik mengisi botol plastik bekas dengan sampah anorganik secara padat sebagai langkah awal mengurangi limbah.
Pekan berikutnya, tepatnya 7 Agustus 2026, para siswa mulai merancang dan merangkai ecobrick menjadi bentuk meja. Proses ini menjadi momen belajar bersama yang mengajarkan keterampilan sekaligus memperkuat kerja sama tim.
Diserahkan ke Sekolah, Selaras dengan Program GPS
Puncak kegiatan berlangsung pada 8 Agustus 2026. Meja hasil karya para siswa tersebut resmi diserahkan kepada pihak SD Beji 02 untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas sekolah.
Kepala SD Beji 02 menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat sejalan dengan program Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang selama ini telah berjalan di sekolah.
“Terima kasih, Mbak. Kegiatan ini selaras dengan program GPS (Gerakan Pungut Sampah) yang sudah ada di sekolah. Jadi, anak-anak bisa melihat secara langsung bahwa sampah yang mereka kumpulkan ternyata bisa dimanfaatkan. Bahkan, dari sampah tersebut bisa menjadi meja yang kokoh dan bermanfaat,” ungkapnya.
Menumbuhkan Kebiasaan Baik Sejak Dini
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya sekadar mengikuti instruksi, tetapi mulai memahami bahwa kebiasaan sederhana seperti memungut sampah bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi lingkungan sekolah.
Melalui pengalaman langsung ini, para siswa diajak melihat bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih memiliki nilai ekonomi dan fungsi. Meja ecobrick yang dihasilkan pun menjadi pengingat nyata bahwa pengelolaan sampah yang tepat bisa memberikan manfaat jangka panjang.