Pencarian

PCNU Surakarta Soroti Regenerasi Kepemimpinan dan Menurunnya Jumlah Santri di Era Digital

Jumat, 21 Agustus 2026 • 18:22:32 WIB
PCNU Surakarta Soroti Regenerasi Kepemimpinan dan Menurunnya Jumlah Santri di Era Digital
Diskusi publik Lakpesdam PCNU Surakarta membahas tantangan regenerasi kepemimpinan dan penurunan jumlah santri di era digital.

SOLO — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Surakarta menggelar diskusi publik yang menyoroti sejumlah tantangan kontemporer yang dihadapi organisasi, mulai dari hubungan gerakan kultural dan struktural, regenerasi kepemimpinan, hingga dampak teknologi digital. Ketua PCNU Surakarta, KH Manhuri, menekankan bahwa gerakan kultural dan struktural tidak semestinya berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling terhubung agar kebijakan organisasi mampu mengakomodasi kemaslahatan umat secara menyeluruh.

Data Pesantren: Jumlah Lembaga Naik, Santri Justru Menurun

Salah satu temuan yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut adalah kondisi dunia pesantren. Berdasarkan paparan pemateri Puji Kusmanti, pertumbuhan jumlah lembaga pesantren tidak diikuti dengan pertumbuhan jumlah santri. Secara statistik, jumlah santri justru menunjukkan kecenderungan menurun.

Kondisi ini dinilai krusial karena pesantren merupakan tulang punggung gerakan kultural NU sekaligus ruang pendidikan karakter. Selain itu, citra pesantren di tengah masyarakat perkotaan juga menghadapi tantangan, yang berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap gerakan struktural NU.

Membangun Jembatan Antargenerasi

Pemateri Joko Priyono menyoroti pola kepemimpinan dan proses peralihan antargenerasi. Menurutnya, generasi muda memiliki karakter dan cara berpikir yang berbeda dibandingkan pendahulunya. Perbedaan ini tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk membangun wajah NU yang lebih progresif apabila mendapat respons terbuka dari para tokoh senior.

Senada dengan itu, Ketua Lakpesdam NU Surakarta, Kuncoro, mendorong jajaran Lakpesdam se-Solo Raya dan seluruh badan otonom untuk membangun jejaring kerja yang lebih erat. Interkoneksi dan pertukaran gagasan lintas generasi dinilai penting agar semangat organisasi terus berkembang.

Integrasi Santri dan Struktural Jadi Kunci

Diskusi yang menghadirkan pemateri M. Nuryadin Edy Purnama ini juga mencatat bahwa sejumlah persoalan mendasar organisasi masih berulang dan belum menemukan penyelesaian. Oleh karena itu, diperlukan integrasi yang lebih kuat antara kalangan santri dan jajaran struktural NU.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan nyata di tiga bidang strategis: sosial, ekonomi, dan teknologi digital. Melalui forum ini, PCNU Surakarta menegaskan bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah yang mampu memadukan perkembangan zaman dengan kearifan budaya dan nilai-nilai agama, agar NU tetap responsif dan menghadirkan kemaslahatan umat secara berkelanjutan.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglosemarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks