JAWA TENGAH — Xavi Hernandez resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Belanda pada Selasa (25/8/2026). Mantan arsitek Barcelona itu menandatangani kontrak jangka panjang hingga Piala Dunia 2030, menggantikan Ronald Koeman yang hengkang setelah Oranje tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Direktur Teknik KNVB Nigel de Jong membuka tabir proses seleksi pelatih. Ada empat nama yang masuk daftar kandidat, dan Xavi ternyata bukan prioritas utama federasi.
Posisi Ketiga di Atas Podium, Xavi Santai Saja
Pep Guardiola menjadi pilihan pertama KNVB, namun menolak karena ingin rehat dari hiruk pikuk sepakbola. Arne Slot yang berada di urutan kedua juga memilih bertahan di level klub. Barulah Xavi dan pelatih tim muda Belanda, Michael Reiziger, menjadi opsi berikutnya.
Saat ditanya soal statusnya sebagai pilihan ketiga, Xavi menjawab dengan senyum khasnya. Ia justru melontarkan candaan tentang podium.
"Yah, itu bukan posisi yang buruk setelah Guardiola dan setelah Slot. Posisi ketiga. Setidaknya kami... berada di podium. Saya tidak peduli," ujar Xavi dalam konferensi pers perdananya, dilansir ESPN.
Bagi pelatih berusia 46 tahun itu, angka urutan dalam daftar kandidat sama sekali tidak relevan. Yang terpenting baginya adalah kepercayaan yang diberikan KNVB.
"Saya tidak peduli apakah saya pilihan ketiga atau kesepuluh. Merupakan sebuah kehormatan menjadi pelatih Timnas Belanda," tegas Xavi.
Misi Besar: Kembalikan DNA Sepakbola Menyerang ala Total Football
Xavi datang dengan membawa misi besar: mengembalikan identitas sepakbola menyerang yang selama ini menjadi ciri khas Belanda. Ia ingin Oranje tampil dominan, menguasai bola, dan selalu mengambil inisiatif serangan.
Filosofi tersebut bukan barang asing bagi Xavi. Kariernya di Barcelona banyak dibentuk oleh pengaruh pemikiran Belanda, mulai dari Johan Cruyff, Rinus Michels, Louis van Gaal, hingga Frank Rijkaard.
"Sepakbola Belanda adalah akar dari segalanya. Menjadi bagian dari tradisi ini adalah tanggung jawab besar," kata Xavi menambahkan.
Debut Berat: Ujian Pertama Lawan Jerman di UEFA Nations League
Tantangan pertama Xavi datang cepat. Ia dijadwalkan menjalani debut pada 24 September melawan Jerman dalam ajang UEFA Nations League.
Laga melawan rival abadi itu akan menjadi ujian awal seberapa cepat filosofi Xavi bisa diterapkan. Belanda sendiri datang ke kompetisi ini dengan status tim yang gagal total di Piala Dunia 2026, kalah dari Maroko lewat adu penalti di babak 16 besar.
Dengan kontrak panjang hingga 2030, KNVB jelas memberi kepercayaan penuh pada Xavi untuk membangun ulang skuad Oranje. Pertanyaannya kini, akankah sentuhan ala La Masia itu mampu membangkitkan kejayaan Total Football di tanah air Cruyff?