Pencarian

UNDIP Kembangkan Sawah Modern di Lahan Tidur KHDTK Penggaron Semarang, Gunakan Panel Surya dan Pompa Hidrolik

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:20:01 WIB
UNDIP Kembangkan Sawah Modern di Lahan Tidur KHDTK Penggaron Semarang, Gunakan Panel Surya dan Pompa Hidrolik
Petugas memeriksa sistem irigasi sawah modern yang memanfaatkan panel surya di KHDTK Penggaron, Semarang.

SEMARANG — Universitas Diponegoro (UNDIP) mengembangkan model sawah modern berbasis teknologi tepat guna di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Penggaron, Semarang. Lahan yang sebelumnya ditinggalkan selama lima hingga enam tahun tersebut kini diolah kembali menjadi lahan produktif.

Saat ini, sekitar dua hektare lahan telah ditanami padi. Kawasan ini ditargetkan menjadi laboratorium lapangan untuk menguji penerapan teknologi pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan.

Energi Surya dan Pompa Hidrolik untuk Irigasi

Kepala Kantor KHDTK UNDIP, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS, M.P., menjelaskan konsep sawah modern ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Sistem pengairan memanfaatkan enam panel surya berkapasitas sekitar 60 meter kubik per jam yang beroperasi pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

"Untuk mendukung ketersediaan air, kami juga membuat pompa hidrolik yang dapat bekerja selama 24 jam," jelasnya.

Air untuk persawahan berasal dari sungai yang telah diuji bebas kontaminasi logam berat. Tingkat keasaman tanah terukur pada kisaran pH 7 hingga 8, yang dinilai sesuai untuk budidaya padi.

Varietas Unggul dan Uji Coba Padi Khusus Diabetes

Tahap awal penanaman menggunakan varietas Inpari (Inbrida Padi Irigasi) dan Inpago, varietas unggul padi gogo untuk lahan kering. UNDIP juga berencana mengembangkan varietas hasil persilangan Rojolele dengan padi asal Jepang.

Uji coba berikutnya akan mencakup padi merah yang kaya nutrisi dan serat, cocok untuk penderita diabetes. "Harapannya, uji coba ini dapat berhasil dan berproduksi optimal hingga menjadi model pengembangan pertanian yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan," ujar Prof. Puryono.

Kawasan Ini Juga Dikembangkan Menjadi Edu-Ekowisata

Wakil Rektor II bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis dan Kerumahtanggaan, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., menegaskan pengembangan KHDTK Penggaron tidak hanya untuk hasil pertanian. Kawasan ini diarahkan menjadi pusat pembelajaran dan penelitian, dengan konsep edu-ekowisata hutan.

"Diharapkan kawasan KHDTK UNDIP di Penggaron dapat berkembang menjadi edu-ekowisata hutan," ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, UNDIP akan bekerja sama dengan komunitas jeep di sekitar kawasan. Integrasi antara pertanian, pendidikan, penelitian, dan wisata diharapkan memberi nilai ekonomi sekaligus edukatif bagi masyarakat.

"Kehadiran UNDIP adalah berdampingan dengan masyarakat. Masyarakat adalah keluarga," imbuhnya.

Melalui pengembangan sawah modern, pemanfaatan energi surya, dan penguatan fungsi edukasi, UNDIP berharap KHDTK Penggaron menjadi contoh pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan pertanian berkelanjutan, riset, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joss.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks