UNGARAN — Ribuan warga memadati Jalan RA Kartini hingga Jalan Jenderal Sudirman, Ambarawa, sejak siang hari. Mereka ingin menyaksikan langsung 85 kontingen yang terdiri atas kendaraan hias, pelajar, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pawai pembangunan yang menjadi puncak perayaan HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Semarang.
Barisan pawai yang dilepas dari Lapangan Jenderal Sudirman ini berakhir di depan Pasar Kuliner Surabaya, Gamblok Ambarawa. Meski cuaca terik, para peserta tetap menampilkan atraksi terbaiknya di hadapan ribuan pasang mata.
Bupati Semarang Turun ke Jalanan untuk Salami Peserta
Momen menarik terjadi saat Bupati Semarang H Ngesti Nugraha turun dari panggung kehormatan. Ia berjalan menyusuri barisan peserta untuk menyapa dan menyalami para kontingen yang tengah melintas.
"Karnaval kami pusatkan di Ambarawa. Sangat luar biasa antusiasme warga Ambarawa. Kita semua berharap warga terus menjaga persatuan dan gotong-royong mewujudkan Kabupaten Semarang berdikari," tegasnya di sela-sela acara.
Rincian Kontingen: 44 Kendaraan Hias hingga 23 OPD
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, merinci komposisi peserta. Dari total 85 kontingen, terdapat 44 kontingen kendaraan hias yang menjadi primadona pengunjung, 23 kontingen dari OPD, instansi swasta, komunitas, BUMN, dan BUMD, serta 18 kontingen pejalan kaki dari tingkat pelajar TK/SD hingga SMP/SMA/SMK.
Pemilihan Ambarawa sebagai pusat perayaan bukan tanpa alasan. Wilayah ini merupakan saksi bisu peristiwa heroik Palagan Ambarawa, di mana laskar rakyat dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berjuang mempertahankan kemerdekaan.
"Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneruskan semangat perjuangan tersebut melalui pembangunan dan karya nyata," ungkap Wiwin.
Warga: Karnaval Lebih dari Sekadar Hiburan
Sudarmi (43), warga Kranggan, Ambarawa, mengaku bangga acara sebesar ini digelar di kotanya. Ia menilai pawai ini menjadi sarana efektif mempererat silaturahmi dan gotong royong antarwarga.
"Sangat luar biasa karnaval ini. Mulai anak-anak sekolah, kelurahan, kecamatan, OPD, berbagai instansi dan masyarakat turut terlibat. Ini menjadi wadah yang tepat untuk menunjukkan kreativitas warga serta memperkenalkan hasil pembangunan dan kearifan lokal di setiap wilayah," tuturnya kepada Jateng Pos.
Perhelatan ini sekaligus menjadi ruang kebersamaan lintas generasi. Semangat "mengisi kemerdekaan dengan karya dan pembangunan" tampak nyata dari antusiasme peserta maupun penonton yang bertahan di bawah terik matahari hingga barisan terakhir melintas.