JAWA TENGAH — Tim kuasa hukum Sarwendah menyatakan hasil audit dana nafkah anak sudah tersedia dan siap diuji oleh Ruben Onsu. Pablo Benua, kuasa hukum Sarwendah, menegaskan kliennya bahkan bersedia membuka data keuangan sejak pernikahan mereka pada 2013. Pernyataan ini merespons kabar yang menyebut Sarwendah menolak proses pemeriksaan keuangan.
Pablo Benua menyayangkan munculnya anggapan bahwa Sarwendah tidak transparan soal penggunaan dana nafkah anak. Menurutnya, audit keuangan justru sudah selesai dilakukan dan hasilnya tersedia.
"Terkait dengan audit keuangan, ini yang beredar agak aneh. Seakan-akan Sarwendah tidak rela untuk diaudit. Ternyata Alhamdulillah ya, Sarwendah sudah audit, sudah ada hasil auditnya," ujar Pablo di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, seperti diwartakan DetikHot pada Minggu (4/10).
Bersedia Diaudit Sejak 2013
Pablo menegaskan Sarwendah tidak keberatan jika pihak Ruben ingin memeriksa ulang laporan tersebut. Ia menyebut kliennya siap menyediakan dokumen untuk diaudit sejak awal pernikahan pada 2013.
"Kalau memang mau menguji hasil audit kami, silakan, kami siapkan data dan silakan diaudit. Bahkan dia siap untuk diaudit sejak awal pertama kali mereka menikah dari tahun 2013," kata Pablo.
Menurut tim kuasa hukum, dana nafkah yang diberikan Ruben digunakan untuk kebutuhan anak-anak, termasuk kebutuhan sehari-hari dan pendidikan. Mereka menegaskan dana tersebut tidak dipakai untuk kepentingan pribadi Sarwendah.
"Sarwendah tegaskan, tidak ada seperak pun yang dia harapkan untuk masuk ke kantong. Semua murni dengan anak," ujar Pablo.
Perincian Audit Tak Akan Dibuka ke Publik
Meski menyatakan siap memberikan akses pemeriksaan, kuasa hukum Sarwendah lainnya, Chris Sam Siwu, menjelaskan perincian audit tidak akan disampaikan kepada publik. Ia menyebut laporan pengeluaran keluarga memuat informasi pribadi yang perlu dijaga kerahasiaannya.
"Terkait dengan audit nafkah tadi itu sebenarnya sudah ada, sudah dilakukan oleh klien kami. Tetapi klien kami hanya inginnya bahwa tidak di depan media disampaikan, karena itu kan semua ada hal-hal yang sifatnya rahasia yang harus kita jaga," tutur Chris Sam Siwu.
Berawal dari Gugatan Hak Asuh Anak
Persoalan ini bermula dari Ruben Onsu yang merasa sulit bertemu anak-anak setelah resmi bercerai dari Sarwendah sejak 24 September 2024. Ruben kemudian mengajukan gugatan hak asuh anak ke PN Jakarta Selatan pada 1 Juli.
Permasalahan melebar ke banyak aspek setelah mediasi gagal mencapai titik temu. Kegagalan tersebut dipicu sejumlah persoalan, mulai dari urusan finansial hingga kesehatan yang disoroti masing-masing pihak.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Ruben Onsu soal tawaran membuka data audit tersebut. Publik menantikan apakah proses hukum di PN Jakarta Selatan akan memasukkan audit keuangan sebagai bagian dari pembuktian.