JAWA TENGAH — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas upaya penguatan literasi keuangan digital generasi muda melalui dukungan terhadap Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga, Surabaya. Fasilitas hasil kolaborasi Bank Indonesia, PERBANAS, dan UNAIR itu diresmikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Jumat (2/10), dengan dukungan dana TJSL BRI Peduli.
Peresmian Gerai CERDAS PeKA dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga Ardianto. Fasilitas ini merupakan inisiatif BI dalam Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK) yang dikembangkan bersama UNAIR dan Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS).
Dukungan BRI disalurkan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Perseroan memposisikan gerai sebagai ruang belajar, diskusi, konsultasi, dan penguatan literasi keuangan digital bagi sivitas akademika.
Ruang Belajar hingga Perlindungan Konsumen
Gerai terbuka bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola, serta organisasi kemahasiswaan. Cakupan materinya mencakup pemahaman produk dan layanan keuangan, keamanan data dan transaksi, hingga hak dan kewajiban konsumen.
Pendekatan yang dipakai adalah Peduli, Kenali, dan Adukan. Sivitas akademika didorong menjaga data pribadi, mengenali karakteristik dan risiko layanan keuangan digital, serta memahami mekanisme pengaduan saat menghadapi permasalahan.
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. menyebut kehadiran gerai sebagai langkah strategis mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika ekosistem keuangan digital.
"Bagi BRI, kehadiran Gerai CERDAS PeKA pada hari ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan hanya karena kita meresmikan sebuah fasilitas baru, tetapi karena kita sedang membangun sebuah ruang belajar, ruang diskusi, sekaligus ruang perlindungan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekosistem keuangan dan transaksi digital yang semakin dinamis," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Minggu (18/10).
Empat Pihak Bertemu dalam Satu Tujuan
Kolaborasi ini mempertemukan regulator, industri perbankan, asosiasi, dan institusi pendidikan. Dippo menegaskan tujuannya membangun generasi muda yang cakap, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital.
"Kolaborasi ini mempertemukan regulator, industri perbankan, asosiasi, dan institusi pendidikan dalam satu tujuan yang sama: membangun generasi muda yang semakin cakap, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital," ujarnya.
Kaitannya dengan Asta Cita dan SDGs
Kehadiran gerai disebut mendukung Asta Cita ke-3 melalui penguatan inklusi keuangan dan ekosistem pembayaran digital yang aman, serta kewirausahaan mahasiswa. Program ini juga bersinggungan dengan Asta Cita ke-6 lewat peningkatan kapasitas digital dan finansial sivitas akademika.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, inisiatif ini berkontribusi pada pencapaian SDGs melalui peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi inklusif, penguatan pelindungan konsumen, dan kolaborasi lintas sektor.
Edukasi berkelanjutan di kampus dinilai penting karena mahasiswa merupakan kelompok pengguna aktif layanan keuangan digital. Pemahaman risiko sejak dini mengurangi potensi kerugian akibat penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.
Bagi BRI, keterlibatan dalam gerai ini memperkuat posisi perseroan di segmen generasi muda sekaligus mendukung agenda inklusi keuangan yang dicanangkan regulator.