Pencarian

Kisah Irfan Khafid, Anak Buruh Tani Banyumas yang Kejar Mimpi Jadi Prajurit TNI Lewat Sekolah Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 • 12:17:01 WIB
Kisah Irfan Khafid, Anak Buruh Tani Banyumas yang Kejar Mimpi Jadi Prajurit TNI Lewat Sekolah Rakyat
Irfan Khafid, siswa kelas 10-B SRT 1 Banyumas, berlatih berlari untuk menjaga kebugaran sebagai bekal menuju cita-citanya menjadi prajurit TNI.

BANYUMAS — Penghasilan kedua orang tua Irfan sebagai buruh tani hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Saat duduk di kelas 8 dan 9 SMP, ia beberapa kali tidak mampu membeli LKS yang diwajibkan sekolah. Kondisi itu tidak menyurutkan niatnya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Pendaftaran ke Sekolah Rakyat membuka peluang yang sebelumnya sulit dijangkau. Sejak Juli 2026, Irfan resmi menyandang status siswa kelas 10-B SRT 1 Banyumas dan tinggal di asrama sekolah.

Dari Pulang Sekolah Langsung Main, Kini Waktu Diisi Belajar dan Kegiatan Asrama

Bagi Irfan, sekolah berasrama bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Rutinitas harian yang terstruktur membentuk karakter dan kedisiplinan yang tidak ia dapatkan saat bersekolah di SMP Negeri 2 Cilongok.

"Kalau dulu di SMP, pulang sekolah langsung main. Di sini setiap hari bisa bersama teman-teman, lebih asyik karena semua dilakukan bersama-sama," ujar Irfan.

Kehidupan asrama melatihnya mengatur waktu. Irfan memanfaatkan fasilitas olahraga di sekolah untuk rutin berlari dan menjaga kebugaran tubuh, bekal awal menuju cita-citanya sebagai prajurit TNI.

Pesan Irfan untuk Anak yang Terhimpit Keterbatasan Ekonomi

Irfan berpesan kepada anak-anak lain yang menghadapi kondisi serupa agar tidak patah semangat. Menurutnya, jalan untuk terus belajar selalu terbuka asalkan ada kemauan.

"Terus semangat belajar saja. Masih ada kesempatan," katanya.

Diva Aprilia dan Mimpi Menjadi Desainer

Harapan serupa tumbuh dalam diri Diva Aprilia (12), siswi kelas 7-B SRT 1 Banyumas. Sebelum masuk sekolah ini, ia bersekolah di SD Negeri Datar, Kecamatan Sumbang. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga.

Diva menyimpan cita-cita menjadi desainer. Sekolah berasrama memberinya ruang untuk mengembangkan minat tersebut di samping pelajaran formal yang ia jalani setiap hari.

Apa Itu Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas

SRT 1 Banyumas menerima siswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, termasuk anak buruh tani dan buruh harian lepas. Sistem berasrama membuat siswa tinggal di sekolah selama masa pendidikan, dengan kegiatan belajar dan pembinaan karakter yang berjalan setiap hari.

Bagi Irfan dan Diva, masuknya mereka ke SRT 1 Banyumas menjadi titik balik. Keterbatasan yang dulu membatasi pilihan kini tidak lagi menutup jalan menuju cita-cita.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks