LEBAKSIU — Prosesi pengukuhan diawali pengucapan janji Trisatya oleh jajaran Mabiran yang dipimpin Dede Rachmat Kurniawan selaku Camat Lebaksiu. Setelah itu, Ketua Mabiran melantik pengurus Kwarran Lebaksiu di bawah nahkoda Henwi Pergiwati.
Wakil Ketua Kwarcab Tegal Bidang Binamuda, Ahmad Uwes Qoroni, hadir memimpin prosesi mewakili Ketua Kwarcab Tegal, Nina Almuna. Kehadiran jajaran kwarcab menandai pelantikan ini sebagai bagian dari pembinaan kepramukaan tingkat kabupaten, bukan sekadar agenda kecamatan.
Tiga Prioritas yang Dibebankan ke Pengurus Baru
Dalam amanat tertulisnya, Kwarcab Tegal menekankan tiga prioritas utama bagi kepengurusan 2026–2029. Prioritas pertama, menghadirkan program edukatif yang relevan bagi anak dan remaja.
Kegiatan kepramukaan tidak boleh terjebak pola lama yang monoton. Inovasi program disebut menjadi kunci agar anggota didik memperoleh kecakapan hidup, mulai dari keterampilan komunikasi, kedisiplinan, hingga ketahanan mental.
Melalui program yang adaptif, peserta didik diharapkan sanggup mencetak prestasi dari tingkat lokal sampai nasional.
Pramuka Garuda Jadi Target Utama Pembinaan
Prioritas kedua menyangkut percepatan pencapaian Pramuka Garuda. Predikat ini merupakan tingkatan tertinggi pada setiap level anggota Pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega.
Kwarcab Tegal mendorong Kwarran Lebaksiu memperbanyak anggota yang meraih tingkatan tertinggi tersebut. Jumlah anggota yang ditargetkan tidak disebut dalam amanat, begitu pula tenggat pencapaiannya.
Prioritas ketiga adalah memperkuat pembinaan Gugus Depan (Gudep) sebagai basis kegiatan di sekolah dan lingkungan. Penguatan di level gudep dinilai menentukan apakah program di tingkat ranting benar-benar sampai ke anggota.
Diminta Tak Sekadar Jalankan Seremoni Organisasi
Kepengurusan anyar ini diminta tak sekadar menjalankan seremoni rutin organisasi. Pramuka Lebaksiu harus mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang berprestasi, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan kuat.
Tuntutan itu muncul karena tantangan pembinaan generasi muda dinilai makin kompleks. Pelantikan di Pendopo Kecamatan Lebaksiu menjadi landasan strategis untuk memperkuat pembinaan karakter anak muda di wilayah Tegal.
Bagi warga Lebaksiu, arah kebijakan ini berdampak langsung ke aktivitas Gudep di sekolah-sekolah dan kegiatan kepramukaan rutin di tingkat ranting. Orang tua yang menaruh anaknya di Gudep aktif bisa memantau apakah target Pramuka Garuda benar-benar berjalan atau berhenti di dokumen program.
Yang Perlu Dicermati Warga dan Pembina Gudep
Tiga prioritas di atas belum disertai rincian anggaran, jadwal kegiatan, maupun indikator capaian per tahun. Pembina Gudep dan anggota perlu menunggu rapat kerja Kwarran untuk melihat bentuk konkret programnya.
Yang bisa dipegang dari pelantikan ini: struktur kepengurusan sudah sah untuk masa bakti 2026–2029, dengan Henwi Pergiwati di kursi Ketua Kwarran dan Dede Rachmat Kurniawan sebagai Ketua Mabiran. Arah pembinaan tiga tahun ke depan ada di tangan keduanya.