JAWA TENGAH — Rapat yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/6), membahas dinamika ekonomi yang belakangan menekan sektor industri. Dasco menyebutkan, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah solusi awal yang langsung disampaikan kepada publik.
Harga Gas Industri Jadi Titik Kritis
“Pada hari ini juga sudah menyampaikan beberapa solusi tentang beberapa hal yang belakangan ini kemudian terjadi,” ujar Dasco dalam konferensi pers.
Salah satu kabar positif yang mengemuka adalah rencana pemerintah menurunkan kembali harga gas untuk industri. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang turut hadir, menyampaikan bahwa kenaikan harga gas sebelumnya telah menjadi keluhan utama pelaku usaha.
“Turunnya harga gas industri tentu menjadi kabar baik bagi industri dan juga serikat pekerja, karena sebelumnya mereka mengeluhkan mahalnya harga gas yang berpotensi menyebabkan banyak PHK,” kata Dasco.
Masukan dari Asosiasi dan Serikat Pekerja
Bahlil mengungkapkan, dalam sepuluh hari terakhir pihaknya menerima berbagai aspirasi dari asosiasi industri maupun serikat pekerja. Masukan itu menjadi bahan penyusunan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan industri nasional.
“Kita merumuskan beberapa langkah-langkah solutif untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh teman-teman industri,” kata Bahlil.
Pemerintah, menurut Bahlil, memiliki tanggung jawab memastikan aktivitas industri tetap berjalan sehingga lapangan pekerjaan dapat dipertahankan. Koordinasi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus melindungi iklim usaha.
Empat Lembaga, Satu Fokus
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR itu menghadirkan perwakilan DEN, BI, Kemenkeu, dan ESDM. Setiap lembaga diminta memaparkan data dan proyeksi ekonomi terkini sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Dasco menegaskan, DPR tidak hanya memantau tetapi juga turut mencari solusi atas persoalan yang dihadapi sektor riil. “Beberapa solusi tentang beberapa hal yang belakangan ini kemudian terjadi,” ujarnya menekankan urgensi pertemuan tersebut.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa tekanan PHK di sektor industri membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Dengan turunnya harga gas, pemerintah berharap industri dapat kembali bernapas lega dan pekerja tidak menjadi korban.