PATI — Alur pelayaran Sungai Silugonggo yang menjadi urat nadi aktivitas perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Juwana, Pati, kini terhambat puluhan bangkai kapal. Hasil pendataan yang dilakukan pada Sabtu (4/7/2026) mencatat ada 26 unit kapal mangkrak yang berserakan di sepanjang sungai. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas bongkar muat, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan kapal-kapal lain yang melintas.
Pendataan Dimulai, 26 Kapal Tercatat di Alur Sungai
Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polresta Pati, TNI AL, Pengelola Pelabuhan Perikanan (PPP) Juwana, dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menyisir alur sungai menggunakan kapal tambangan. Mereka tidak hanya menghitung jumlah kapal, tetapi juga mengidentifikasi kepemilikan masing-masing.
Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menegaskan langkah ini penting untuk memastikan penanganan berjalan sesuai aturan. "Pendataan ini menjadi langkah awal untuk memastikan jumlah kapal beserta pemiliknya, sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai regulasi," ujarnya.
Ancaman bagi Nelayan dan Aktivitas Pelabuhan
Keberadaan kapal-kapal yang sudah tidak beroperasi ini membuat alur sungai semakin sempit. Kapal nelayan yang hendak keluar masuk dari Laut Jawa menuju TPI Juwana harus bermanuver ekstra hati-hati. Risiko tabrakan dan kerusakan kapal pun meningkat drastis.
"Kami ingin memastikan alur pelayaran tetap aman, lancar, dan tidak terganggu oleh kapal-kapal yang sudah tidak digunakan," jelas Kompol Hendrik. Kondisi ini dinilai sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan tindakan nyata dari seluruh pemangku kepentingan.
Langkah Selanjutnya: Surat Peringatan hingga Evakuasi
Hasil pendataan akan segera dikoordinasikan dengan pihak Pengelola Pelabuhan Perikanan Pantai Juwana. Langkah pertama yang akan diambil adalah penerbitan surat peringatan resmi kepada para pemilik kapal.
Jika peringatan tidak diindahkan, tim gabungan akan melakukan langkah penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Proses evakuasi kapal mangkrak menjadi opsi utama untuk mengembalikan fungsi alur Sungai Silugonggo sebagai jalur transportasi perikanan yang aman dan lancar.