Pencarian

Wali Kota Semarang Bakal Tingkatkan Fasilitas SD Negeri Agar Setara Sekolah Swasta, 2 Sekolah Hanya Kebagian Kurang dari 10 Siswa

Senin, 13 Juli 2026 • 16:42:01 WIB
Wali Kota Semarang Bakal Tingkatkan Fasilitas SD Negeri Agar Setara Sekolah Swasta, 2 Sekolah Hanya Kebagian Kurang dari 10 Siswa
Wali Kota Semarang menyatakan akan meningkatkan fasilitas SD negeri agar setara dengan sekolah swasta.

SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengakui bahwa kondisi bangunan dan fasilitas SD negeri saat ini kalah bersaing dengan sekolah swasta. Hal ini menjadi penyebab utama sepinya peminat di sejumlah sekolah dasar milik pemerintah.

“Menurut Kepala Dinas saya, kalau dilihat-lihat SD kita itu memang kurang menarik. Maka SD negerinya akan dibuat sedemikian rupa supaya lebih bagus dan canggih seperti SD-SD swasta,” ujar Agustina usai menghadiri rapat koordinasi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (13/7/2026).

Bukan karena Jumlah Anak Menurun

Agustina membantah anggapan bahwa sepinya peminat disebabkan oleh menurunnya jumlah anak usia sekolah di Kota Semarang. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan penduduk kota ini masih berada di angka positif.

“Oh enggak [penurunan jumlah anak usia SD]. Kita itu pertumbuhan penduduknya masih plus, bukan menuju zero,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan utama justru terletak pada preferensi orang tua yang kini memiliki lebih banyak pilihan. Masyarakat cenderung memilih sekolah swasta karena fasilitasnya dianggap lebih modern dan nyaman bagi anak.

Fokus Pembangunan Sebelumnya Hanya di SMP

Wali Kota mengungkapkan bahwa selama ini, alokasi anggaran pembangunan pendidikan di Kota Semarang lebih banyak difokuskan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Akibatnya, kondisi fasilitas SD negeri menjadi tertinggal.

“Saya tanya, ‘Lah kok SMP enggak?’ Rupanya selama ini titik pembangunannya ada di SMP. SMP-nya bagus-bagus, SD-nya memang masih ketinggalan zaman semua,” tutur Agustina.

Kondisi ini membuat SD Negeri Wonodri dan SD Negeri Purwoyoso 01 menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar paling sedikit. Keduanya hanya kebagian kurang dari sepuluh siswa baru pada SPMB 2026.

Internet Dipercepat hingga Bangku Diganti Baru

Berdasarkan hasil survei Dinas Pendidikan Kota Semarang, kenyamanan fasilitas menjadi alasan utama orang tua memilih sekolah swasta. Oleh karena itu, usulan perbaikan untuk SD negeri mencakup berbagai aspek penunjang belajar.

“Dinas Pendidikan mengajukan agar bangkunya diperbaiki, internetnya dipercepat, dan fasilitas lainnya ditingkatkan. Kalau memang niatnya serius ya boleh saja,” jelas Agustina.

Merger Bukan Pilihan Utama

Meski banyak kursi kosong, Wali Kota menegaskan bahwa penggabungan atau merger sekolah belum menjadi prioritas utama. Pemerintah kota lebih memilih untuk meningkatkan mutu sekolah yang sudah ada.

“Kalau memang SD-nya sepi peminat, merger bukan pilihan satu-satunya. Soalnya kita punya guru yang mendapatkan fasilitas untuk jadi lebih bermutu. Tinggal fasilitasi saja, di-upgrade,” tandasnya.

Saat ini, Dinas Pendidikan masih melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru. Pemkot berharap peningkatan fasilitas dapat mengembalikan minat warga untuk menyekolahkan anaknya di SD negeri.

Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks