Pencarian

Pemprov Jateng Libatkan Tiga SMA/SMK Terbaik dalam Pendidikan Industri Hijau, Siapkan CEO Masa Depan

Jumat, 24 Juli 2026 • 15:48:01 WIB
Pemprov Jateng Libatkan Tiga SMA/SMK Terbaik dalam Pendidikan Industri Hijau, Siapkan CEO Masa Depan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan penghargaan kepada tiga sekolah menengah dalam ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 di Hotel Grand Candi Semarang.

SEMARANG — Tiga sekolah menengah di Jawa Tengah menerima penghargaan khusus karena dinilai paling aktif menanamkan nilai industri hijau kepada siswanya. Ketiganya adalah SMA Negeri 3 Semarang, SMA Negeri 6 Semarang, dan SMK Negeri 5 Semarang. Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi dalam ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 di Hotel Grand Candi Semarang.

Mengapa siswa SMA/SMK perlu paham industri hijau sejak dini?

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, July Emmylia, menegaskan dunia pendidikan adalah kunci menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan industri masa depan. Menurut dia, siswa saat ini kelak bisa menjadi pimpinan perusahaan yang harus memahami prinsip ekonomi hijau.

“Kita juga melibatkan SMA dan SMK se-Jawa Tengah untuk melatih anak-anak kita yang saat ini mungkin menjadi siswa, ke depan bisa jadi mereka yang menjadi CEO-CEO. Jadi harus paham tentang industri hijau sejak dini,” kata Emmy, sapaan akrabnya.

Tiga prinsip utama industri hijau yang diajarkan

Emmy menjelaskan, industri hijau bertumpu pada tiga prinsip: efisiensi penggunaan sumber daya, rendah emisi melalui pengelolaan limbah dan daur ulang, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Ia menegaskan prinsip ini memungkinkan industri tetap tumbuh tanpa merusak alam.

“Artinya, industri tetap berjalan, bertumbuh, besar tanpa merusak lingkungan sehingga pertumbuhannya itu secara harmonis,” ujarnya.

Gubernur: Bukan hanya tugas pemerintah dan pengusaha

Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa transformasi menuju industri hijau tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, kawasan industri, atau pelaku usaha. Menurutnya, perubahan pola pikir harus dimulai dari dunia pendidikan agar menjadi kebiasaan yang melekat.

“Anak-anak SMA kita, kita didik untuk lebih mencintai ekonomi hijau, kita mengenalkan mereka,” kata Luthfi saat membuka acara yang bertema Collaborating, Awarding & Signing.

Penghargaan untuk industri dan daerah

Selain sekolah, Pemprov Jateng juga memberikan penghargaan kepada pelaku industri dan pemerintah daerah. Untuk kategori Industri Kecil dengan Transformasi Industri Hijau Terbaik, juara I diraih PT Ozzy Batik Pekalongan. Di kategori Industri Besar dan Menengah, PT Semen Grobogan menjadi juara I, disusul PT Semen Gresik dan PT Phapros Tbk.

Penghargaan kawasan industri hijau diberikan kepada PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industripolis Batang) sebagai Anugerah Adi Hijau. Sementara itu, Kabupaten Grobogan dinobatkan sebagai daerah dengan komitmen pengembangan industri hijau terbaik, diikuti Kabupaten Magelang dan Kabupaten Demak.

Penerapan industri hijau masih parsial

Kepala Disperindag Jateng mengakui bahwa penerapan industri hijau di Jawa Tengah sudah berjalan, namun masih dilakukan secara parsial. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan didorong memiliki pemahaman dan standar yang sama.

“Saya sebagai gubernur mengucapkan apresiasi kegiatan ini. Semoga bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara,” kata Luthfi menutup sambutannya.

Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks