JAWA TENGAH — Kegiatan berlangsung pada Selasa (28/7/2026). Sebanyak 26 unit sepeda motor milik pegawai Disdukcapil langsung mendapat perawatan dari teknisi Honda di tempat parkir kantor. Tidak ada antre panjang ke bengkel — teknisi datang, servis selesai, karyawan bisa langsung bekerja.
Test Ride Honda EM1 e: di Halaman Kantor
Selain servis, Asmo Sulsel membawa motor listrik Honda EM1 e: untuk dijajal. Para pegawai bisa mencoba langsung motor ini tanpa harus ke dealer. Ini penting karena infrastruktur pengisian daya motor listrik di Ambon masih terbatas, jadi pengalaman langsung jadi nilai lebih untuk meyakinkan calon pembeli.
Sayangnya, dari bahan yang ada tidak disebut detail teknis seperti kapasitas baterai atau jarak tempuh. Namun, untuk pengguna kantoran yang mobilitasnya dalam kota, EM1 e: biasanya cukup untuk rute pendek harian.
Program Group Customer: Bukan Sekadar Beli, Ada Layanan Purna Jual
Asmo Sulsel juga mengenalkan program Group Customer. Ini skema khusus untuk instansi, perusahaan, atau lembaga yang butuh kendaraan operasional. Bukan cuma jual motor, Honda menyediakan kemudahan proses pengadaan dan layanan purna jual yang terintegrasi.
Group Customer Supervisor Asmo Sulsel, Syarif Hidayatullah, mengatakan program ini untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dan praktis. “Kami ingin memberikan kemudahan bagi instansi dan perusahaan untuk mengenal lebih dekat berbagai produk serta layanan Honda,” ujarnya.
Servis Kunjung: 26 Motor Dirawat, Karyawan Tetap Produktif
Layanan servis kunjung jadi daya tarik utama. Karyawan tidak perlu cuti atau izin keluar kantor hanya untuk servis motor. Teknisi langsung menangani perawatan di lokasi. Dari 47 peserta, 26 unit motor mendapatkan perawatan — angka yang cukup tinggi untuk kegiatan satu hari.
Marketing Manager Asmo Sulsel untuk wilayah Sulawesi Tenggara dan Ambon, Elang Samodra, menambahkan bahwa kegiatan ini bagian dari strategi memperluas jangkauan layanan. “Company visit menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut, karena tidak hanya memperkenalkan produk terbaru Honda, tetapi juga menghadirkan layanan purna jual seperti servis kunjung,” kata Elang.
Yang Perlu Diperhatikan: Layanan Terbatas pada Acara
Meski program ini membantu, perlu dicatat bahwa servis kunjung dan test ride hanya tersedia saat event berlangsung. Belum ada informasi apakah layanan serupa akan rutin atau hanya sekali. Untuk instansi di luar Ambon atau yang tidak sempat ikut, akses ke layanan ini masih harus melalui koordinasi langsung dengan Asmo Sulsel.
Selain itu, test ride EM1 e: hanya berlangsung di area kantor — bukan simulasi jalan raya sesungguhnya. Pengalaman berkendara di lalu lintas Ambon yang padat dan berbukit belum bisa dirasakan dalam sesi singkat ini.
Kesimpulan: Langkah Tepat untuk Edukasi Motor Listrik di Daerah
Company visit Asmo Sulsel di Ambon adalah strategi yang cerdas. Daripada menunggu konsumen datang ke dealer, Honda justru membawa produk dan layanan ke tempat kerja calon pembeli. Untuk instansi yang mempertimbangkan motor listrik sebagai armada operasional, test ride langsung dan servis di tempat bisa menjadi pertimbangan serius.
Kekurangannya, program ini masih bersifat insidental. Jika Honda serius mendorong adopsi motor listrik di Indonesia Timur, layanan seperti ini perlu dijadwalkan rutin, bukan hanya sekali. Tapi untuk awal, ini langkah yang lebih konkret daripada sekadar iklan di media sosial.