GROBOGAN — Pemkab Grobogan memberikan lampu hijau untuk penyertaan modal bagi tiga BUMD pada 2027, yakni Perumdam Purwa Tirta Dharma, PD BPR Bank Purwa Artha, dan Perumda Purwa Aksara. Keputusan ini diambil setelah kajian kelayakan investasi menunjukkan ketiga perusahaan tersebut memiliki prospek kinerja yang sehat dan mampu berkontribusi terhadap kas daerah.
Bupati Setyo Hadi menegaskan penyertaan modal harus berdampak nyata pada tata kelola perusahaan, bukan sekadar suntikan dana segar. "Penyertaan modal kepada BUMD tidak sekadar menjadi penambahan modal perusahaan, tetapi benar-benar menjadi instrumen dalam mewujudkan BUMD yang profesional, mandiri, berdaya saing, mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat, serta meningkatkan PAD," ujarnya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.
Kerugian Perumdam Purwa Tirta Dharma Tersisa Rp2,125 Miliar
Salah satu sorotan utama dalam rapat paripurna adalah tren perbaikan kinerja Perumdam Purwa Tirta Dharma. Akumulasi kerugian perusahaan air minum ini terus menurun dan kini tersisa Rp2,125 miliar hingga 2025, angka yang jauh membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Setyo Hadi optimistis sisa kerugian tersebut bisa segera dilunasi sehingga perusahaan mampu kembali menyetor dividen ke kas daerah. "Saya optimis sisa kerugian tersebut dapat segera diselesaikan sehingga Perumdam Purwa Tirta Dharma dapat kembali memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah melalui setoran dividen," katanya.
Dari sisi likuiditas, kondisi keuangan perusahaan dinilai sangat sehat. Current Ratio tercatat 513,7 persen, Cash Ratio 174,3 persen, dan Quick Ratio mencapai 393,8 persen. Angka-angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek berada di level sangat memadai.
Bank Purwa Artha Masih Layak, tapi Kredit Macet Rp8,6 Miliar Jadi Catatan
PD BPR Bank Purwa Artha juga dinyatakan layak menerima penyertaan modal. Penilaian tersebut berdasarkan kajian kelayakan yang mencakup total aset, dana pihak ketiga, pendapatan, dan laba perusahaan yang masih melampaui target dalam Rencana Bisnis Bank.
"Menurut pandangan kami, Perseroan Daerah BPR Bank Purwa Artha masih layak memperoleh penyertaan modal," tegas Setyo Hadi. Namun, ia mengingatkan pemberian modal harus diiringi perbaikan kinerja berkelanjutan agar hasilnya lebih optimal di masa mendatang.
Catatan penting yang menjadi perhatian DPRD adalah kredit bermasalah yang masih membayangi bank milik daerah ini. Hingga 31 Juli 2026, kredit macet tercatat sebesar Rp8,624 miliar. Manajemen bank telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari penagihan konsisten, somasi, restrukturisasi kredit, negosiasi dengan debitur, hingga pengajuan gugatan sederhana dan eksekusi agunan melalui lelang.
Purwa Aksara Fokus pada Peralatan Bengkel Modern dan Kendaraan Mobile Service
Berbeda dengan dua BUMD lainnya, Perumda Purwa Aksara tengah berada di fase pengembangan usaha. Penyertaan modal 2026 sebesar Rp500 juta dari rencana Rp1 miliar telah direalisasikan untuk pengembangan unit usaha bengkel dan pengadaan mesin cuci hidrolik.
"Karena pengembangan usaha tersebut masih berada pada tahap awal, dampaknya memang belum sepenuhnya tercermin pada kinerja keuangan perusahaan," jelas Setyo Hadi. Untuk 2027, alokasi Rp500 juta akan difokuskan melengkapi peralatan bengkel yang lebih modern serta pengadaan kendaraan mobile service.
Dengan pengembangan tersebut, Pemkab Grobogan menargetkan perolehan dividen sebesar 55 persen dari laba bersih Purwa Aksara pada 2027. Dividen tersebut nantinya akan menjadi PAD pada Tahun Anggaran 2028.
Pembahasan Raperda penyertaan modal ini akan dilanjutkan secara lebih mendalam antara tim eksekutif dan alat kelengkapan DPRD sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah.