PATI — DPUTR Pati memastikan ruas jalan alternatif yang kerap dilalui warga ini kembali layak fungsi. Penanganan difokuskan pada titik-titik yang sebelumnya mengalami kerusakan, dengan metode pengerjaan yang disesuaikan kondisi lapangan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, mengatakan perbaikan ini merupakan bagian dari komitmen pemeliharaan infrastruktur secara bertahap. Keberadaan ruas jalan tersebut dinilai vital untuk menunjang mobilitas harian masyarakat.
Kombinasi Hotmix dan Cor Beton Sesuai Kondisi Lapangan
Hasto menjelaskan, pemilihan material tidak seragam di sepanjang trase. Sebagian ruas menggunakan aspal hotmix, sementara bagian lain diperkuat dengan cor beton.
“Perbaikan dengan kombinasi konstruksi aspal hotmix dan cor beton disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi ruas jalan di lapangan,” ujarnya.
Metode ini dipilih agar hasil perbaikan lebih tahan lama, terutama di titik yang rawan beban kendaraan berat atau genangan air.
Target: Arus Lalu Lintas Lebih Lancar dan Aman
Dengan selesainya penanganan di ruas penghubung dua desa tersebut, aktivitas warga dan distribusi barang diharapkan berjalan lebih efisien. Jalur ini selama ini menjadi pilihan pengendara untuk menghindari kepadatan di jalan utama.
“Kami berharap setelah dilakukan perbaikan, arus lalu lintas di jalan alternatif ini bisa semakin lancar. Masyarakat juga dapat melintas dengan lebih nyaman dan aman,” kata Hasto.
Perbaikan ini sekaligus menunjang aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah Pati dan sekitarnya, mengingat jalur tersebut terhubung langsung dengan poros Pati-Juwana.
Pemeliharaan Infrastruktur Jalan Terus Berlanjut
DPUTR Pati menegaskan bahwa penanganan ruas jalan ini bukan pekerjaan sekali jadi. Pihaknya berkomitmen melakukan peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur jalan secara bertahap di berbagai titik lain di kabupaten tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga konektivitas antarwilayah, sekaligus memastikan distribusi logistik dan mobilitas penduduk tidak terhambat oleh kondisi jalan yang rusak.