SEMARANG — BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengeluarkan prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Jawa Tengah yang berlaku Kamis (20/8/2026) pukul 07.00-19.00 WIB. Kondisi cerah berawan diprediksi mendominasi hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menyebutkan potensi hujan ringan hanya terjadi di sebagian kecil wilayah, terutama di sekitar pegunungan tengah. Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada sore hari.
Wilayah Berpotensi Hujan Ringan dan Suhu Mencapai 34 Derajat
Berdasarkan rilis resmi BMKG, tujuh wilayah diprediksi mengalami hujan ringan, yakni Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, dan Slawi. Sementara itu, kawasan pegunungan tengah dan sekitarnya juga berpotensi mengalami kondisi serupa.
Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 16-34 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban antara 45-95 persen. Sejumlah daerah pesisir utara diprediksi menjadi wilayah terpanas hari ini.
"Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Semarang, Pekalongan diperkirakan mencapai suhu 34 derajat celcius," ujar Winda Ratri dalam keterangan tertulisnya.
Daftar Lengkap Prakiraan Cuaca 35 Kabupaten/Kota di Jateng
BMKG membagi prakiraan cuaca hari ini ke dalam tiga kategori. Mayoritas wilayah, termasuk Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Blora, Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Brebes, Solo, Pekalongan, dan Tegal diprediksi cerah berawan.
Adapun wilayah yang diperkirakan berawan meliputi Purwokerto, Purbalingga, Mungkid, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Kendal, Magelang, Salatiga, Semarang, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Waspada Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Musim Kemarau
Memasuki musim kemarau, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi cuaca cerah dengan suhu tinggi memperbesar risiko terjadinya titik api di sejumlah wilayah.
"Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau," tegasnya.
Masyarakat diimbau tidak membakar lahan atau sampah sembarangan, terutama di area yang rawan kekeringan. Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting untuk mencegah meluasnya dampak karhutla yang bisa memicu gangguan kesehatan akibat kabut asap.