UNGARAN — Puluhan anak-anak di Desa Bejalen, Ambarawa, mendapat pengalaman belajar yang berbeda akhir pekan lalu. Alih-alih sekadar bermain gawai, mereka diajak memahami cara kerja teknologi melalui pengenalan coding dasar yang dikemas secara interaktif oleh mahasiswa KKN UPGRIS.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun fondasi literasi digital di kalangan generasi muda pedesaan. Materi yang disampaikan mencakup konsep perintah sederhana, alur program, hingga bagaimana sebuah instruksi dapat menghasilkan tindakan tertentu pada perangkat lunak.
Belajar Logika, Bukan Sekadar Menatap Layar
Penanggung jawab kegiatan, Hilda Astrid Jelita, menekankan bahwa pengenalan ini bertujuan mengubah cara pandang anak terhadap teknologi. Ia ingin coding tidak dipersepsikan sebagai sesuatu yang rumit, melainkan sebuah keterampilan yang bisa dipelajari secara bertahap.
"Kami ingin anak-anak mengenal coding bukan sebagai sesuatu yang sulit, tetapi sebagai hal yang bisa dipelajari secara bertahap dan menyenangkan. Dari contoh sederhana, mereka bisa mulai memahami bagaimana sebuah perintah dapat menghasilkan sesuatu," ujar Hilda.
Materi disampaikan secara bertahap, menyesuaikan dengan rentang usia peserta. Pendekatan ini dipilih agar anak-anak tidak merasa terbebani dan justru tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh.
Dari Pengguna Menjadi Pencipta Teknologi
Hesti Kumalasari, perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS, menambahkan bahwa kegiatan ini menyasar perubahan paradigma. Anak-anak di desa kerap menjadi konsumen pasif teknologi, padahal mereka bisa berperan sebagai pencipta.
"Harapannya anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai mengenal bagaimana teknologi itu dibuat. Dengan pengenalan sederhana seperti ini, mungkin nantinya akan muncul ketertarikan mereka untuk belajar pemrograman lebih jauh," ungkap Hesti.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi berlangsung. Bagi sebagian besar anak, ini adalah kali pertama mereka mengenal konsep pemrograman secara langsung, sebuah pengalaman baru yang membuka wawasan tentang dunia digital yang lebih luas.
Menanamkan Keterampilan Masa Depan Sejak Dini
Inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS ini merupakan respons terhadap kebutuhan keterampilan abad ke-21. Di tengah pesatnya transformasi digital, kemampuan berpikir komputasional menjadi modal penting, tidak hanya untuk karier di bidang teknologi, tetapi juga untuk memecahkan masalah secara sistematis.
Melalui kegiatan di Balai Desa Bejalen tersebut, mahasiswa KKN turut serta dalam upaya pemerataan literasi digital hingga ke tingkat pedesaan. Pengenalan sederhana ini diharapkan menjadi bekal awal bagi anak-anak Desa Bejalen dalam menghadapi perkembangan dunia digital yang semakin kompetitif.