Pencarian

IAINU Kebumen Gelar Konferensi Internasional 2026, Bahas Krisis Akhlak hingga Literasi AI bagi Pendidik

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:14:01 WIB
IAINU Kebumen Gelar Konferensi Internasional 2026, Bahas Krisis Akhlak hingga Literasi AI bagi Pendidik
Pembicara dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Government of Balochistan, Pakistan, menghadiri Konferensi Internasional 2026 di IAINU Kebumen.

KEBUMEN — Konferensi yang mengusung tema tantangan teknologi dan pendidikan di era digital ini menghadirkan pembicara dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hingga perwakilan Government of Balochistan, Pakistan. Para narasumber sepakat bahwa kemajuan teknologi tidak boleh berjalan tanpa dibarengi kebijaksanaan dan nilai-nilai keagamaan.

Literasi Digital dan AI: Manusia Tak Boleh Pasrah pada Mesin

Pada sesi pertama yang dipandu Dr. Muzzayyin, Dr. Siti Marpuah dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia mengingatkan bahwa informasi yang dihasilkan kecerdasan buatan tidak selalu benar. Menurutnya, manusia wajib menggunakan akal dan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi setiap informasi, termasuk dengan mempertimbangkan perspektif Islam.

Pandangan senada disampaikan Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim dari UIN Sunan Kalijaga. Ia menyoroti sejumlah krisis yang mengiringi perkembangan sains dan teknologi, mulai dari krisis akhlak, lingkungan, pengetahuan, sosial, keamanan, hingga krisis identitas.

"Kemajuan teknologi tidak cukup hanya dilihat dari tingkat kecanggihannya," ujarnya. Dampak terhadap kehidupan manusia dan lingkungan, kata dia, harus menjadi pertimbangan utama.

Wazir Ali dari Government of Balochistan, Pakistan, turut memberikan perspektif internasional mengenai tantangan masyarakat modern. Kehadirannya memperkaya diskusi tentang bagaimana berbagai negara menghadapi disrupsi teknologi.

Pendidikan Seimbang: Olah Pikir, Hati, Rasa, dan Raga

Memasuki sesi kedua, Director of Graduate Program IAINU Kebumen Dr. Aini Rinawati menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berkutat pada kemampuan berpikir. Ia menjelaskan bahwa seluruh elemen pendidikan perlu saling menguatkan, mencakup olah pikir, olah hati, olah rasa atau kepekaan, serta olahraga.

Keseimbangan tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang bermoral baik sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman. Sementara itu, Dr. Dawanuddin menyoroti perkembangan teknologi dari perspektif tujuan syariat Islam.

Ia menekankan bahwa teknologi boleh dikembangkan selama memberikan manfaat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang menjaga kehidupan manusia, termasuk menjaga keturunan, jiwa, akal, dan agama.

Menuju Peradaban yang Berkeadilan di Tengah Disrupsi

Konferensi ini menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi, praktisi, dan peserta dari berbagai latar belakang. Para narasumber berharap perkembangan teknologi di masa depan tidak hanya menghasilkan kemajuan, tetapi juga mampu menciptakan kehidupan yang lebih berkeadilan, bermakna, dan berkelanjutan.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kebumen24.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks